24.9 C
Bogor
Rabu, 25 November 2020

Belum Digunakan, RS Darurat Corona Wisma Kemendagri di Kemang Masih Dikaji Pemkab Bogor

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

Mantan Sekdis Mampir Dulu Ke Kantor DPKPP Sebelum Pulang Kerumah

BOGOR - Senin pagi (23/11) terlihat beberapa anggota keluarga dan Kuasa Hukum mantan sekretaris DPKPP, Iryanto yang sudah 9...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

Hendak Nyalip, Satu Pengendara Motor Tewas Ditempat

LEUWISADENG - Hendak menyalip sebuah motor mengalami kecelakaan dengan bus Damri di jalan raya Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng pada pukul...

Puluhan Ibu-Ibu Datangi Kantor Desa Banyuwangi Pertanyakan BST

CIGUDEG - Puluhan warga keluarga penerima manfaat (KPM) yang didominasi kaum Ibu-ibu datangi kantor Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, pertanyakan...
- Advertisement -

Kemang-Tampaknya persiapan Pemkab untuk menjadikan wisma Diklat Kemendagri sebagai Rumah Sakit darurat yang ada di wilayah Kecamatan Kemang harus menunggu waktu. Musababnya, perlu ada kajian dan syarat khusus sebagai penunjang fasilitasnya.

“Untuk Wisma Kemendagri belum bisa dihuni yang rencananya buat pasien yg ODP maupun PDP,” kata Bupati Bogor Ade Yasin saat dikonfirmasi, Selasa (31/3).

Bahkan, Ade juga mengaku belum memastikan karena masih persiapan fasilitas lainnya sebagai penunjang rumah sakit darurat.

- Advertisement -

“Masih persiapan yang lain, jika ada warga menunjukan gejala atau demam bisa isolasi mandiri dulu dirumah masing-masing,” ucapnya

Sementara itu, Kabid Kesmas Dinkes Kabupaten Bogor Dede Agung menjelaskan, untuk status gedung wisma Kemendagri Masih dalam kajian dan harus mengacu standar RS darurat.

“Ada syarat dan ketentuan salah satunya bangunan memenuhi syarat. Meskipun Secara umum bisa digunakan tapi perlu ada tambahan fasilitas lain,” jelasnya

- Advertisement -

Dede juga menuturkan, ada beberapa harus ditambahkan diantaranya instalasi pengelolaan limbah dan harus siap dulu segala sesuatunya.

“Untuk penunjang fasilitasnya yang menyediakan pemkab dan saya Berharap 2 minggu bisa selesai pembenahannya dan tidak ada kendala sementara baru gedung dan fasilitas tempat tidur saja yang sudah ada,” pungkasnya.

(Cep Rendra)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Diduga Oknum Pegawai Bank Keliling Mengaku Wartawan Resahkan Warga Cemplang

CIBUNGBULANG - Perbuatan meresahkan warga di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang diduga dilakukan oleh oknum pegawai bank keliling berinisial H,...

FHUI Latih Empat Desa Tentang Hukum

BOGOR - Bekerjasama dengan desa se-Kecamatan Rancabungur, Tim Pengabdi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menggelar pelatihan perencanaan peraturan desa tentang penanggulangan corona virus disease atau...

AS Akan Bantu RI Dalam Pengadaan Vaksin Covid-19

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Amerika Serikat (AS) bersedia membantu Indonesia dalam kerja sama pengadaan vaksin...

Iuran BPJS kesehatan Bakal Disesuaikan Seiring Diberlakukan Kelas Standar Pada 2021

Jakarta - Iuran BPJS Kesehatan akan mengalami penyesuaian seiring dengan kelas standar yang akan diberlakukan pada 2022. Saat ini pemerintah sedang merancang jaminan kesehatan...

Jota Memperingan Kerja Trio Firmansah

Liverpool - Mohamed Salah tak menganggap Diogo Jota sebagai pesaing. Bagi Salah, kehadiran Jota memperingan kerja trio Firmansah. Tak dipungkir kalau trio Roberto Firmino, Sadio...

Berita Terkait
publikbicara.com