31.7 C
Bogor
Rabu, 25 November 2020

BSNP Usulkan Ujian Nasional 2020 Dibatalkan

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

Maling Kotak Amal Berkendara Mobil Terekam Kamera CCTV di Parung panjang

PARUNGPANJANG - Aksi pelaku pencurian kotak amal terang-terangan, pelaku yang diduga berkendara mobil terekam kamera CCTV di salah satu...

Mantan Sekdis Mampir Dulu Ke Kantor DPKPP Sebelum Pulang Kerumah

BOGOR - Senin pagi (23/11) terlihat beberapa anggota keluarga dan Kuasa Hukum mantan sekretaris DPKPP, Iryanto yang sudah 9...

Wanhai Perintahkan Anggota Fraksi Golkar Untuk Sidak Rumah Sakit Yang Telantarkan Mayat Dimotor

BOGOR - Adanya video warga di Kabupaten Bogor membawa jenazah dengan menggunanakn kendaran roda dua di Jalan...
- Advertisement -

Jakarta — Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengusulkan kepada pemerintah agar Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2019/2020 dibatalkan karena dampak dari wabah virus corona (Covid-19) yang penyebarannya sudah hampir ke seluruh provinsi Indonesia.

“Demi kemaslahatan dan keselamatan bangsa, terutama peserta pendidik, pendidik dan tenaga kependidikan, BSNP sebagai badan mandiri dan independen yang berwenang menyelenggarakan Ujian Nasional mengusulkan kepada pemerintah agar Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2019/2020 dibatalkan,” kata Kepala BSNP Abdul Mu’ti melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (24/3).

Mu’ti menjelaskan usulan tersebut merupakan keputusan rapat koordinasi BSNP bersama Badan Penelitian dan Pengembangan, dan Inspektorat Jenderal Kemendikbud pada Senin 23 Maret.

- Advertisement -

Menurutnya, usulan tersebut juga merujuk sejumlah keputusan dan peraturan terkait wabah corona, bencana dan penyelenggaraan UN.

Aturan yang dirujuk antara lain Keputusan Kepala BNPB Nomor 13 A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

Selanjutnya Keputusan BSNP No.0053/P/BSNP/I/2020 tentang Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2019/2020.

- Advertisement -

Menurut POS UN 2019/2020, dalam kondisi darurat yang bisa menggagalkan penyelenggaraan UN, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membentuk tim khusus untuk menangani peristiwa ini. Jika akan digelar kembali, penyelenggaran dan panitia UN pusat yang berwenang menjadwalkan.

Usul ini juga melihat permohonan Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten, Kota serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) mengenai penundaan Ujian Nasional karena wabah corona. Terdapat 6 provinsi telah meminta UN SMA ditunda. Sementara 6 provinsi yang sudah menunda UN SMK.

Usulan juga mengacu pada laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan UN pada SMK oleh BSNP serta Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud.

- Advertisement -

Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005, sebagaimana diubah dengan PP Nomor 32 Tahun 2013, dan perubahan kedua sebagaimana PP Nomor 13 Tahun 2015, bahwa yang berwenang membatalkan UN adalah pemerintah.

Sementara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan ada tiga opsi terkait penyelenggaraan UN 2020 di tengah wabah corona. Pertama UN tetap digelar, kedua ditunda atau ketiga dibatalkan.

“Prinsip yang utama yang harus kami pegang adalah kebijakan ini bisa kami ambil tapi jangan sampai merugikan hak dari 8,3 juta siswa yang harusnya mengikuti UN yang diadakan,” ujar Jokowi.

Pemerintah telah menetapkan tanggap darurat virus corona sampai 29 Mei 2020. Jokowi juga telah mengimbau masyarakat untuk di keluar rumah. Ia meminta masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.

Sampai kemarin, jumlah pasien positif virus corona di Indonesia secara kumulatif mencapai 579 orang. Dari jumlah itu, 49 orang meninggal dunia dan 30 pasien dinyatakan sembuh setelah dua kali dilakukan tes.

Sumber:cnn indonesua

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Gerindra DKI Prihatin Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Jakarta - Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap KPK. Penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo tersebut membuat...

Diduga Oknum Pegawai Bank Keliling Mengaku Wartawan Resahkan Warga Cemplang

CIBUNGBULANG - Perbuatan meresahkan warga di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang diduga dilakukan oleh oknum pegawai bank keliling berinisial H, yang mengaku wartawan salah...

FHUI Latih Empat Desa Tentang Hukum

BOGOR - Bekerjasama dengan desa se-Kecamatan Rancabungur, Tim Pengabdi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menggelar pelatihan perencanaan peraturan desa tentang penanggulangan corona virus disease atau...

AS Akan Bantu RI Dalam Pengadaan Vaksin Covid-19

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Amerika Serikat (AS) bersedia membantu Indonesia dalam kerja sama pengadaan vaksin...

Iuran BPJS kesehatan Bakal Disesuaikan Seiring Diberlakukan Kelas Standar Pada 2021

Jakarta - Iuran BPJS Kesehatan akan mengalami penyesuaian seiring dengan kelas standar yang akan diberlakukan pada 2022. Saat ini pemerintah sedang merancang jaminan kesehatan...

Berita Terkait
publikbicara.com