25.5 C
Bogor
Selasa, 24 November 2020

Aan : Stadion Pakansari Dibangun Bukan Untuk Rapid Test Corona.

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

Mantan Sekdis Mampir Dulu Ke Kantor DPKPP Sebelum Pulang Kerumah

BOGOR - Senin pagi (23/11) terlihat beberapa anggota keluarga dan Kuasa Hukum mantan sekretaris DPKPP, Iryanto yang sudah 9...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

Hendak Nyalip, Satu Pengendara Motor Tewas Ditempat

LEUWISADENG - Hendak menyalip sebuah motor mengalami kecelakaan dengan bus Damri di jalan raya Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng pada pukul...

Puluhan Ibu-Ibu Datangi Kantor Desa Banyuwangi Pertanyakan BST

CIGUDEG - Puluhan warga keluarga penerima manfaat (KPM) yang didominasi kaum Ibu-ibu datangi kantor Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, pertanyakan...
- Advertisement -

Cibinong–Rencana gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk melakukan rapid test corona Covid-19 di stadion Pakansari yang direncanakan di gelar besok, 24 Maret 2020 terus mendapat penolakan dari berbagai kalangan, pasalnya test ini akan mengumpulkan Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari Kota Bogor, Kota Depok dan Kabupaten Bogor dalam satu lokasi.

Aan Triana Al Muharom, Wakil Ketua komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Ketika ditemui di kantor DPRD Kabupaten Bogor di kawasan pusat Pemerintahan Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong (23/3) dengan lantang menyatakan penolakannya dan mempertanyakan metode dan konsep Gubernur Jawa Barat dalam melakukan rapid test corona.

“Apa dasarnya Gubernur Jawa Barat memaksakan diri untuk mengumpulkan ODP dan PDP Corona untuk di test di stadion Pakansari?, saya sudah baca prosedur penanganan dan test massal corona yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan tertanggal 20 Maret 2020 dan jika ini dilakukan ditempat umum seperti stadion pakansari sangat rawan potensi paparan virus corona.” Ujar Aan.

- Advertisement -

“Betul memang rapid test atau test massal ini perlu dilakukan, tapi kenapa harus di Stadion Pakansari? Stadion ini dibangun murni dari hasil APBD alias uang rakyat, dan bukan pada peruntukannya untuk kegiatan seperti itu, karena walaupun dengan konsep yang dipaparkan Gubernur Jawa Barat dengan drive thru atau apalah tetap saja ada potensi membahayakan, tingkat kedisiplinan dan kesadaran masyarakat kita harus disadari masih lemah.” tegas Politisi Partai Golkar ini.

Aan juga mengapresiasi sikap Ketua DPRD dan Bupati Bogor yang menolak stadion Pakansari sebagai tempat dilaksanakannya rapid test ini.

“Sudah benar dan tepat itu, harus ditolak, kami tidak mau kenyamanan masyarakat yang akan menggunakan stadion Pakansari jadi terganggu, ini salah satu simbol Kabupaten Bogor yang tidak pas jika digunakan untuk hal seperti ini, apalagi ODP dan PDP ini akan datang dari berbagai arah dan sangat berbahaya mulai dari jalur yang dilintasi dan juga buat warga sekitaran Cibinong yang menjadi kecamatan terpadat di Kabupaten Bogor ini”. sambung Wakil Ketua Komisi III ini.

- Advertisement -

“Kan bisa ada pola yang lebih aman, seperti door to door dengan mendatangi ODP dan PDP ini satu persatu, kerahkan petugas yang bisa dibantu dengan puskesmas-puskesmas atau RSUD yang ada dengan APD lengkap kerumah-rumah mereka sekaligus lakukan penyemprotan disinfektan disana dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk tetap waspada dengan prosedur tepat pencegahan penyebaran corona, Jawa Barat kan sudah punya peta sebaran corona, ya tinggal manfaatkan saja data yang ada untuk mengerahkan team ke titik-titik tersebut.” Saran Aan.

Menutup pembicaraan, Aan tidak lupa memberikan apresiasi dan motivasi kepada para petugas medis Kabupaten Bogor yang sudah berjuang di garda terdepan dalam melawan corona.

“Apresiasi dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada para petugas medis yang bekerja siang dan malam di semua wilayah Kabupaten Bogor walaupun hingga saat ini harus diakui masih menggunakan peralatan seadanya, tetap semangat dan terus berhati-hati dan waspada dalam menjalankan tugas mulia ini,”

- Advertisement -

(Cep Rendra/Toms)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

FHUI Latih Empat Desa Tentang Hukum

BOGOR - Bekerjasama dengan desa se-Kecamatan Rancabungur, Tim Pengabdi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menggelar pelatihan perencanaan peraturan desa tentang...

AS Akan Bantu RI Dalam Pengadaan Vaksin Covid-19

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Amerika Serikat (AS) bersedia membantu Indonesia dalam kerja sama pengadaan vaksin...

Iuran BPJS kesehatan Bakal Disesuaikan Seiring Diberlakukan Kelas Standar Pada 2021

Jakarta - Iuran BPJS Kesehatan akan mengalami penyesuaian seiring dengan kelas standar yang akan diberlakukan pada 2022. Saat ini pemerintah sedang merancang jaminan kesehatan...

Jota Memperingan Kerja Trio Firmansah

Liverpool - Mohamed Salah tak menganggap Diogo Jota sebagai pesaing. Bagi Salah, kehadiran Jota memperingan kerja trio Firmansah. Tak dipungkir kalau trio Roberto Firmino, Sadio...

Isco Ingin Hengkang Dari Real Madrid

Madrid - Isco berniat untuk angkat kaki dari Real Madrid. Gelandang berusia 28 tahun itu ingin mencoba berkarier di liga lain. Masa depan Isco di...

Berita Terkait
publikbicara.com