35.4 C
Bogor
Rabu, 25 November 2020

Puluhan Warga Kampung Ciukuy 20 Tahun Lalui Malam Tanpa Listrik

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

Maling Kotak Amal Berkendara Mobil Terekam Kamera CCTV di Parung panjang

PARUNGPANJANG - Aksi pelaku pencurian kotak amal terang-terangan, pelaku yang diduga berkendara mobil terekam kamera CCTV di salah satu...

IIPG Kabupaten Bogor dan IIPG Pusat Tebar Sembako di Megamendung

BOGOR - Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kabupaten Bogor dan IIPG Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mengadakan aksi peduli sosial...

Mantan Sekdis Mampir Dulu Ke Kantor DPKPP Sebelum Pulang Kerumah

BOGOR - Senin pagi (23/11) terlihat beberapa anggota keluarga dan Kuasa Hukum mantan sekretaris DPKPP, Iryanto yang sudah 9...
- Advertisement -

JONGGOL – Selama kurang lebih 20 tahun puluhan warga di Kampung Ciukuy, Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, harus melalui setiap malam tanpa ada aliran listrik.

Ihwalnya, arus listrik di wilayah RT1/3 distribusi penerangan di sana sering kali mati saat sore hari, tepatnya setiap pukul 16.00 WIB.

“Arus listriknya gak kuat jadi memang begitu setiap harinya. Kalau sudah malam listrik enggak ada,” ujar warga RT1/3, Aep Saepullah Anwar kepada Radar Bogor, Selasa (10/3/2020).

- Advertisement -

Dia menjelaskan, rutinitas penggunaan listrik seperti ini sudah berlangsung sejak tahun 2000 silam. Bahkan sebelumnya, menurut dia, warga hanya mengandalkan lampu semprong atau lilin untuk penerangan di malam hari.

Dia beralasan, warga pun memilih untuk membeli kabel berukuran pendek agar bisa dipasangkan ke tiang listrik dekat gardu yang jaraknya kurang lebih dua kilometer.

“Dananya dari warga juga swadaya. Dulu sempat mengajukan lewat RT dan pemerintah desa, tapi gak ada tindakan sampai sekarang,” adu dia.

- Advertisement -

Menurut dia, di RT 1/3 ada sekira 50 lebih kepala keluarga (KK) yang menggantungkan kebutuhan listrik seperti ini.

Meski belum lama ini sempat mengajukan pengadaan listrik melalui pemerintah desa namun, dia mengakui, tak ada tindakan maupun respon dari pemerintahan setempat.

“Kalau bisa sih dibantu untuk ada tiang listrik di kampong ini da listriknya bisa berjalan normal,” urai dia meminta.

- Advertisement -

Dikonfirmasi terspisah, Surveyor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelayanan Pelanggan (Ulp) Jonggol, Budi menyebutkan, lokasi kampung tersebut berjarak sekira dua sampai tiga kilometer dari gardu listrik terdekat yang berlokasi di Kampung Cihaur, Desa Singasari.

“Listrik sering mati ini karena tidak kuat. Ini kan gak langsung ke gardu,” ungkap dia.

Dia menjelaskan, padamnya listrik ketika di malam hari dikarenakan sumber arus listrik yang digunakan bukan berasal dari gardu, sehingga tak kuat untuk menampung penggunaan warga di sana.

“Ini kami sudah cek ke lokasi dan memang arus listriknya diambil dari tiang bukan dari gardu jadi tidak kuat menampung kebutuhan listrik di sini,” jelas dia.

Meski begitu, dia menyarankan, agar warga membuat penrmohonan bantuan ke pemerintah desa kemudian permohonan tersebut nantinya dapat diteruskan ke PLN melalui pengajuan desa.

Untuk diketahui, berbagai penanganan khusus PLN ULP Jonggol masih berinduk ke PLN UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Gunungputri.

Supervisior SDM dan Administrasi Umum PLN UP3 Gunungputri, Ajeng Desy Rachmawati mengatakan, untuk pengadaan listrik ke dalam desa pihaknya menyediakan program listrik masuk desa.

Untuk realisasinya, lanjut dia, perlu adanya pengajuan dari pemerintah setempat agar program dapat diberikan ke lokasi yang ditunjuk.

“Tidak ada biaya untuk program ini. Memang sudah ada dan kami sediakan tinggal menunggu pengajuan dari desa,” tandas dia.

Sumber:Radar bogor

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

HKTI Kabupaten Bogor Ikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

KEMANG - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani yang juga Wakil MPR RI, dan Fadli Zon Wakil DPR RI sekaligus...

Operasi Tertib Pasar Pol PP Kabupaten Bogor Bongkar 150 PKL di Parung

PARUNG - Ratusan anggota Pol PP Kabupaten Bogor melakukan operasi tertib pasar. Menertibkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melanggar aturan berdagang dibahu...

IIPG Kabupaten Bogor dan IIPG Pusat Tebar Sembako di Megamendung

BOGOR - Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kabupaten Bogor dan IIPG Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mengadakan aksi peduli sosial dengan membagikan 500 paket sembako...

Jelang Pemeriksaan Pemberi Suap, Akankah Terbongkar Otak Dibalik OTT DPKPP?

BOGOR - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor tanggal 3 Maret 2020 yang saat itu...

Makan Mie Instan Tidak Boleh Lebih Dari Dua Kali Dalam Sepekan?

JAKARTA - Kalau sedang tak punya banyak waktu, banyak yang memilih makan mi instan. Harganya murah, porsinya mengenyangkan, dan tak perlu waktu lama untuk...

Berita Terkait
publikbicara.com