30 C
Bogor
Selasa, 1 Desember 2020

Agus Suparmanto:Akan Dikenakan Tindakan Tegas Bagi Penimbun Bahan Pokok dan Kesehatan

Berita Populer

Dua Kepala Dinas Akan Bersaksi Dalam Sidang Kasus OTT DPKPP

BANDUNG - Persidangan lanjutan kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor yang kembali digelar di PN Bandung (27/11) dengan pemeriksaan saksi...

Diduga Berhentikan Staf Desa Sepihak, Kades Cimulang Digugat

RANCABUNGUR - Pemberhentian perangkat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor diduga melanggar Permandageri Nomor...

JBB Peduli Anak Yatim

CIBUNGBULANG - Ditengah pandemi Covid 19, Jurnalis Bogor Barat (JBB) mengandeng Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Leuwiliang berbagi...

Dapur dan Kolam Ikan Tertutup Material Longsor

NANGGUNG - Curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Nanggung menyebabkan tebing persawahan di Kampung Cimanganten RT 01/11, Desa...

Pol PP Parungpanjang Tutup Paksa THM

PARUNGPANJANG - Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kecamatan Parungpanjang tutup paksa kegiatan rumah tinggal yang dijadikan tempat hiburan...
- Advertisement -

JAKARTA – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan, Kementerian Perdagangan mengimbau sekali lagi akan dikenakan tindakan tegas kepada pelaku bisnis yang memanfaatkan peluang menimbun barang kebutuhan pokok dan produk kesehatan.

Padahal, barang- barang tersebut diperlukan masyarakat saat ini di tengah keresahan akibat merebaknya wabah virus corona (covid-19) di dunia, termasuk Indonesia.

“Prosesnya, pertama Kemendag akan lakukan imbauan, dilanjutkan dengan peringatan, kemudian sanksi bila terbukti melanggar. Jika terus melanggar aturan yang telah ditetapkan, maka akan dicabut izinnya. Kita bekerja sama dengan Kabareskrim untuk pelaksanaannya,” kata Mendag Agus lewat keterangannya di Jakarta, Jumat (6/3/2020).

- Advertisement -

Imbauan ini akan dilanjutkan dengan peringatan dan sanksi yang tegas kepada para pelaku penimbunan barang yang tidak bertanggung jawab. Pernyataan Mendag Agus saat melakukan konferensi pers bersama Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan.

Pada kesempatan itu, Mendag dan Kabareskrim memaparkan program dan dukungan Polri dalam menjaga masyarakat dan menguatkan ekonomi, khususnya mendorong ekspor dan mengamankan impor yang tidak benar.

Mendag melanjutkan, produk masker bukan merupakan barang konsumsi, tetapi tergolong barang atau produk kesehatan. Berkaitan dengan hal itu, maka yang menjadi dasar-dasar hukumnya adalah UU Kesehatan dan UU Perdagangan.

- Advertisement -

Sementara itu, Kabareskrim menyampaikan akan memerintahkan seluruh anggota Bareskrim untuk mengecek secara langsung ke distributor, agen, maupun produsen di seluruh wilayah Indonesia terkait isu kelangkaan produk masker dan hand sanitizer yang juga menimbulkan lonjakan harga terhadap produk tersebut.

Menurut Listyo, saat ini ada 17 kasus yang dilakukan penyelidikan oleh Bareskrim, terkait dengan upaya penimbunan. Dari kasus itu, 30 tersangka yang merupakan distributor sedang dalam proses pemeriksaan.

Ada 822 kasus untuk 61.550 lembar masker dan 138 kardus hand sanitizer yang saat ini sedang diamankan Bareskrim. Kasus penimbunan tersebut terjadi di 17 wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

- Advertisement -

Selain itu, Polri juga tengah menangani empat kasus hoaks yang sedang diproses dan satu kasus hoaks sedang diselidiki terkait penyebaran isu-isu atau informasi yang tidak sesuai fakta di lapangan yang mengakibatkan keresahan dan kepanikan di masyarakat.

“Sejauh ini, kasus tersebut akan kami proses hukum secara individu. Namun, dalam perkembangannya tidak menutup kemungkinan juga berkembang jadi korporasi,” jelas Listyo.

Kabareskrim meminta masyarakat untuk tidak panik, karena berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini dalam keadaan cukup.

Irjen Listyo juga menegaskan, akan terus mengawasi proses distribusi bersama dengan Kemendag terkait dengan ketersediaan masker dan sembako.

“Mencari untung itu boleh, tapi dalam situasi masyarakat yang membutuhkan seperti saat ini kita imbau kepada para pelaku usaha untuk memperhatikan masyarakat yang saat ini sedang sangat membutuhkan. Jadi, silakan disalurkan jangan ditimbun sehingga menimbulkan kelangkaan dan membuat masyarakat panik,” ujar Listyo.

Listyo berharap agar tidak perlu melakukan proses hukum agar barang-barang tersebut bisa dipakai. “Kita akan atur disisihkan mana yang barang bukti, mana yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Diharapkan dengan adanya penindakan ini kondisi secepatnya akan kembali normal.

“Hari ini kami lihat dari segi antrian, harga di pasar sudah cenderung kembali ke harga biasa. Walaupun mungkin ada yang kosong tapi kita dorong agar segera terisi,” pungkas Listyo.

Sumber:Sinarharapan.co

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Pengerjaan TPT Kali Cidurian Disoal Warga

JASINGA - Pengerjaan proyek pembangunan tebing penahan tanah (TPT) Kali Cidurian yang berada di Kampung Roke, Desa Neglasari...

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Akan Panggil Kepala UPT VI PUPR

CIGUDEG - Proyek pembangunan jalan Cigudeg-Kiarasari menjadi sorotan warga sekitar, pasalnya pelaksanaan pengerjaan jalan sepanjang 2,1 Kilometer berubah menjadi 1,7 Kilometer. Menanggapi hal tersebut, Anggota...

Tim Gabungan KLHK “Gerebek” Galian Tambang Rumpin

RUMPIN - Sebuah lokasi galian C yang ada di wilayah Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin di "gerebek" tim gabungan penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA) dari...

Warga Keluhkan Kenapa Pekerjaan Jalan Cigudeg-Kiarasari dipangkas

CIGUDEG-Pembangunan ruas jalan Cigudeg-Kiarasari di Kampung warung dua sampai kampung Juga Desa Sukaraksa Kecamatan Cigudeg sepanjang 2,1 kilometer mendapat sorotan dari masyarakat sekitar. Musababnya...

Wanhai : Panitia Tegas Terapkan 3 M Pilkades jangan Menjadi Klaster Baru

CIBINONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan tetap menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, ada 88 desa yang nantinya akan mengikuti pesta demokrasi Pilkades...

Berita Terkait
publikbicara.com