31.7 C
Bogor
Rabu, 25 November 2020

Google Ingin Android ‘Rujuk’ dengan Huawei

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

Maling Kotak Amal Berkendara Mobil Terekam Kamera CCTV di Parung panjang

PARUNGPANJANG - Aksi pelaku pencurian kotak amal terang-terangan, pelaku yang diduga berkendara mobil terekam kamera CCTV di salah satu...

Mantan Sekdis Mampir Dulu Ke Kantor DPKPP Sebelum Pulang Kerumah

BOGOR - Senin pagi (23/11) terlihat beberapa anggota keluarga dan Kuasa Hukum mantan sekretaris DPKPP, Iryanto yang sudah 9...

Wanhai Perintahkan Anggota Fraksi Golkar Untuk Sidak Rumah Sakit Yang Telantarkan Mayat Dimotor

BOGOR - Adanya video warga di Kabupaten Bogor membawa jenazah dengan menggunanakn kendaran roda dua di Jalan...
- Advertisement -

Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat telah melakukan larangan pada beberapa perusahaan China untuk bekerjasama dengan pebisnis lokal. Huawei pun terdampak dan dipaksa untuk berhenti menggunakan aplikasi Google di OS Android. Tapi kini Google berusaha agar Android bisa sepenuhnya rujuk dengan Huawei.
Google dikabarkan telah mengajukan lisensi kepada pemerintah Amerika Serikat untuk melanjutkan rencana bisnis dengan perusahaan China, setelah beberapa hari yang lalu mengeluarkan peringatan pada pengguna perangkat Huawei untuk tidak menginstal aplikasi Google.

Vice President Google Play and Android Sameer Samat membocorkan kabar ini kepada media Jerman, Deutsche Presse-Agentur, namun dia belum menjelaskan kapan keputusan itu ditetapkan sebagaimana dikutip dari Tech Radar.

Sebelumnya, pada penghujung tahun 2019, Microsoft juga melakukan pengajuan lisensi serupa untuk memiliki kerja sama dengan produk laptop keluaran Huawei, Mate Book 13.

- Advertisement -

Huawei sendiri telah melakukan pengembangan untuk alternatif untuk mengatasi larangan yang dijatuhkan pemerintah AS. Akan tetapi belum diketahui efek yang diterima dari segi bisnis Huawei mengingat baru dua produk yang tidak menggunakan Android Mate 30 phablet dan Mate XS foldable.

Diketahui sejak 16 Mei 2019, Huawei masuk dalam daftar blacklist sehingga dilarang memakai komponen dan teknologi AS termasuk Android. Namun pada akhirnya blacklist-nya dicabut.
Sumber : Detik

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Gerindra DKI Prihatin Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Jakarta - Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap KPK. Penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo tersebut membuat...

Diduga Oknum Pegawai Bank Keliling Mengaku Wartawan Resahkan Warga Cemplang

CIBUNGBULANG - Perbuatan meresahkan warga di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang diduga dilakukan oleh oknum pegawai bank keliling berinisial H, yang mengaku wartawan salah...

FHUI Latih Empat Desa Tentang Hukum

BOGOR - Bekerjasama dengan desa se-Kecamatan Rancabungur, Tim Pengabdi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menggelar pelatihan perencanaan peraturan desa tentang penanggulangan corona virus disease atau...

AS Akan Bantu RI Dalam Pengadaan Vaksin Covid-19

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Amerika Serikat (AS) bersedia membantu Indonesia dalam kerja sama pengadaan vaksin...

Iuran BPJS kesehatan Bakal Disesuaikan Seiring Diberlakukan Kelas Standar Pada 2021

Jakarta - Iuran BPJS Kesehatan akan mengalami penyesuaian seiring dengan kelas standar yang akan diberlakukan pada 2022. Saat ini pemerintah sedang merancang jaminan kesehatan...

Berita Terkait
publikbicara.com