Publikbicara.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto mendorong perusahaan yang beroperasi di sekitar Sungai Cileungsi ikut terlibat dalam pemulihan lingkungan, tidak hanya berfokus pada pembenahan pengelolaan limbah.
Rudy mengusulkan agar perusahaan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membangun hutan kota di sepanjang bantaran Sungai Cileungsi. Gagasan tersebut disampaikan saat pembahasan penanganan dan pengendalian pencemaran air Sungai Cileungsi bersama sejumlah perwakilan perusahaan di Guest House Indocement, Citeureup, Rabu (30/9).
Menurut Rudy, penanganan pencemaran Sungai Cileungsi harus dilakukan secara menyeluruh. Upaya mengurangi sumber pencemaran perlu diikuti dengan penghijauan serta penataan kawasan bantaran sungai.
Ia pun mengajak perusahaan menjadikan pemulihan lingkungan sebagai bagian dari kontribusi bersama dalam menjaga ekosistem Sungai Cileungsi.
“Kalau kita bisa menyelesaikan ini bersama-sama, bahkan semua perusahaan membuat hutan kota bersama-sama di bantaran Sungai Cileungsi,” kata Rudy.
Selain menggandeng perusahaan, Pemkab Bogor tengah menyiapkan penataan lahan milik pemerintah di kawasan Sungai Cileungsi. Lahan tersebut direncanakan direvitalisasi menjadi kawasan yang memiliki fungsi lingkungan sekaligus ruang publik.
Sejumlah fasilitas yang direncanakan antara lain bumi perkemahan, jalan setapak, jalan inspeksi dan jogging track.
Rudy mengatakan, keberadaan ruang publik di kawasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi Sungai Cileungsi. Akses publik yang semakin terbuka juga dinilai dapat mendorong keterlibatan warga dalam mengawasi dan menjaga lingkungan sekitar sungai.
“Keberadaan ruang publik tersebut diharapkan dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kondisi lingkungan Sungai Cileungsi. Dengan semakin terbukanya kawasan untuk publik, masyarakat juga dapat ikut mengawasi dan menjaga kondisi lingkungan di sekitar sungai,” ujarnya.
Rudy menegaskan, pemulihan Sungai Cileungsi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Menurutnya, persoalan lingkungan di kawasan tersebut tidak semestinya hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Semoga kolaborasi ini dapat menghasilkan perubahan nyata di sepanjang Sungai Cileungsi, tidak hanya dalam aspek pengelolaan limbah, tetapi juga dalam pemulihan lingkungan dan penyediaan ruang terbuka bagi masyarakat,” pungkasnya.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













