Beranda Daerah Kawasan Stasiun Bogor Mulai Ditata, 65 Lapak di Jalan Nyi Raja Permas...

Kawasan Stasiun Bogor Mulai Ditata, 65 Lapak di Jalan Nyi Raja Permas Ditertibkan

Pemkot Bogor mulai melakukan penataan menyeluruh kawasan sekitar Stasiun Bogor, meliputi Alun-alun Kota Bogor, Jalan Nyi Raja Permas, Jalan MA Salmun, hingga Jalan Dewi Sartika, Senin (28/9/2026). Foto: Pemkot Bogor.

Publikbicara.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai menata kawasan sekitar Stasiun Bogor secara menyeluruh. Penataan mencakup kawasan Alun-alun Kota Bogor, Jalan Nyi Raja Permas, Jalan M.A. Salmun, hingga Jalan Dewi Sartika.

Langkah tersebut diawali dengan apel penataan kota pada Senin (28/9/2026). Setelah apel, penataan langsung dilakukan di Jalan Nyi Raja Permas di bawah pimpinan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, atas arahan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, penataan kawasan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Bogor dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang ditandatangani pada 7 September 2026.

Menurut Dedie, penataan tidak hanya dilakukan oleh Pemkot Bogor, tetapi melibatkan PT KAI, Daop 1, serta Kementerian Perhubungan.

“Dalam MoU itu ada poin utama yang harus kita kerjakan secara kolektif antara Pemkot Bogor, PT KAI, dan juga Daop 1 termasuk Kemenhub untuk menata ulang keseluruhan area sekitar Stasiun Bogor, alun-alun, termasuk Jalan M.A. Salmun, Nyi Raja Permas, dan Dewi Sartika,” kata Dedie dikutip dari laman resmi Pemkot Bogor.

Tahap awal penataan menyasar Jalan Nyi Raja Permas. Sebanyak 65 lapak yang sebelumnya telah disosialisasikan berada di atas saluran air dan trotoar ditertibkan.

Setelah penertiban, Pemkot Bogor berencana membangun sentra kuliner sebagai lokasi baru bagi aktivitas perdagangan sekaligus mengakomodasi pengunjung kawasan Alun-alun Kota Bogor.

“Jadi itu tahap pertama, selanjutnya kita akan mulai menyiapkan satu tempat untuk kuliner yang lebih tertata, manusiawi, dan juga tentu sebagai tempat mengakomodir pengunjung yang datang ke alun-alun,” ujarnya.

READ  Tekan Beban TPA, Bogor dan Jabar Sepakat Terapkan Teknologi Konversi Sampah ke Energi

Penataan berikutnya akan menyasar Jalan M.A. Salmun. Pemkot Bogor memastikan kawasan tersebut nantinya tidak lagi digunakan untuk aktivitas pedagang kaki lima (PKL).

Sebagai bagian dari penataan, Pemkot Bogor menyiapkan alternatif lokasi berjualan bagi para pedagang melalui tempat usaha di dalam Blok F Pasar Kebon Kembang.

“Jadi ini bagian dari upaya untuk kita meningkatkan marwah para pedagang kaki lima menjadi pedagang yang memiliki paling tidak lapak di sebuah tempat yang representatif,” tutur Dedie.

Selain penataan aktivitas perdagangan, Pemkot Bogor juga menyiapkan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan M.A. Salmun.

Keberadaan JPO tersebut akan dibarengi dengan penutupan permanen perlintasan sebidang.

Sementara itu, Jalan Dewi Sartika diproyeksikan menjadi salah satu jalan protokol Kota Bogor setelah seluruh rangkaian penataan kawasan selesai dilakukan.

Jalur tersebut nantinya akan terhubung dengan Jalan Sawojajar, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pengadilan, hingga tersambung ke Jalan Kapten Muslihat.

Dedie menyebut penataan kawasan Stasiun Bogor dan sekitarnya merupakan bagian dari rencana jangka lebih besar untuk mengubah wajah pusat Kota Bogor.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan menjalankan berbagai langkah yang dinilai dapat mendekatkan harapan masyarakat terhadap perubahan wajah kota.

“Tugas kita mendekatkan harapan masyarakat, tugas kita mendekatkan impian warga Kota Bogor ini terwujud. Apa yang bisa kita lakukan akan kita laksanakan,” tegasnya.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakBGN Wajibkan SPPG Libatkan Pelaku Usaha Lokal dalam Program MBG
Artikulli tjetërNobar Timnas di Pakansari Ramai, Pedagang Akui Penjualan Meningkat