Beranda Nasional BRIN Perkuat Riset untuk Penanganan dan Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba

BRIN Perkuat Riset untuk Penanganan dan Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba

Rapat terbatas (Ratas) yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Selasa (29/9) di Istana Kepresidenan. Foto: Humas BRIN.

Publikbicara.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan kesiapan mendukung langkah pemerintah dalam menangani penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda, melalui penguatan riset dan inovasi.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa (29/9). Rapat tersebut membahas strategi pemerintah dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba terhadap generasi muda.

Menurut Arif, persoalan narkoba tidak dapat ditangani hanya melalui penegakan hukum maupun layanan kesehatan. Upaya rehabilitasi juga perlu diperkuat agar penyalahguna yang menjalani pemulihan memiliki kemampuan untuk kembali hidup mandiri dan produktif.

“Kita diminta untuk memperkuat riset dan inovasi berkaitan dengan soal upaya-upaya untuk menyelamatkan generasi ke depan. Termasuk yang dalamnya adalah memperkuat, meningkatkan kualitas, dan memperbanyak pusat-pusat rehabilitasi,” ujar Arif dikutip dari laman resmi BRIN.

Ia menjelaskan, proses rehabilitasi idealnya dilakukan secara menyeluruh. Selain pemulihan kondisi fisik dan mental, program rehabilitasi perlu mencakup pendidikan, pembentukan karakter, serta pembekalan keterampilan.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar peserta rehabilitasi tidak hanya pulih dari ketergantungan, tetapi juga mempunyai bekal untuk kembali beraktivitas dan berkontribusi di tengah masyarakat.

BRIN selanjutnya akan memformulasikan berbagai kebijakan dan langkah penanganan melalui riset serta inovasi berbasis bukti. Lembaga tersebut juga akan mendampingi sekaligus mengkaji efektivitas program rehabilitasi yang telah berjalan.

“BRIN akan secara aktif mendampingi dan mengkaji evaluasi efektivitas program-program rehabilitasi yang berjalan, agar setiap langkah yang diambil tepat sasaran dan memberikan dampak nyata,” jelas Arif.

READ  Produksi Susu Nasional Tertahan, BRIN Siapkan Solusi Teknologi Terpadu

Dalam ratas tersebut, pemerintah juga membahas persoalan vape atau rokok elektrik yang disebut dapat menjadi salah satu media penyalahgunaan narkotika.

Arif mengungkapkan, penelitian BRIN menunjukkan paparan vape berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan, di antaranya kerusakan sel paru-paru, peradangan, serta gangguan terhadap produksi insulin yang berperan dalam mengatur kadar gula darah.

“Sehingga ini hal yang segera harus benar-benar diantisipasi laporan-laporan itu nanti Kepala BNN bisa melakukan, dan dari Kementerian Kesehatan yang akan mengatur tentang hal itu,” katanya.

Rapat terbatas tersebut turut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Wakil Menteri Kesehatan.

Arif berharap kolaborasi lintas lembaga dapat memperkuat penanganan penyalahgunaan narkoba melalui peningkatan kualitas rehabilitasi yang didukung hasil riset. Dengan pendekatan tersebut, upaya pemulihan diharapkan tidak berhenti pada proses rehabilitasi, tetapi juga membantu generasi muda kembali menjalani kehidupan secara mandiri dan produktif.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakDanantara Dorong Pertagas Percepat Jaringan Gas Nasional, Tekan Ketergantungan LPG Impor
Artikulli tjetërPolres Bogor Bongkar Dugaan Penipuan Tanah, Oknum Kades Jadi Tersangka