Ganda Campuran, Rahmat Hidayat/Priskila Venus Elsadai tampil pada ajang Polytron Surabaya International Challenge 2026. Foto: PBSI.
Publikbicara.com – Pasangan baru Rahmat Hidayat/Priskila Venus Elsadai mengawali debut mereka di nomor ganda campuran Polytron Surabaya International Challenge 2026 dengan kemenangan.
Turun pada babak kualifikasi 16 besar, Selasa (22/9/2026), Rahmat/Elsa harus bekerja keras sebelum menundukkan pasangan Abdul Sabqi Azib/Fiersha Aulia Aqilla Shafa melalui pertarungan tiga gim, 21-18, 18-21, 21-16.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Rahmat/Elsa yang belum memiliki kesempatan berlatih bersama sebelum tampil di turnamen. Keduanya mengaku masih membutuhkan waktu untuk memahami karakter dan pola permainan masing-masing.
“Alhamdulillah hari ini kami bermain dengan lancar dan dijauhkan dari cedera. Main hari ini, saya masih beradaptasi dengan permainan ganda campuran. Mungkin tadi saya banyak dibantu Elsa untuk bermain ganda campuran,” kata Rahmat dikutip dari laman resmi PBSI.
Rahmat mengakui pola permainan pada gim pertama masih dalam tahap pencarian. Namun, pasangan anyar tersebut mampu mengamankan gim pembuka dan kemudian berusaha memperbaiki permainan setelah kehilangan gim kedua.
“Di game awal kami masih mencari-cari bagaimana pola permainan ganda campuran. Alhamdulillah bisa diberikan kemenangan,” ujarnya.
Salah satu evaluasi Rahmat adalah pembagian posisi di lapangan. Ia mengaku terlalu banyak mengambil peran di depan sehingga Elsa harus lebih sering ditarik bermain di belakang.
“Tadi saya banyak ke depan jadi Elsa ketarik untuk bermain di belakang. Ini yang menjadi evaluasi saya ke depannya,” tutur Rahmat.
Sementara itu, Elsa menyebut kemenangan tersebut cukup penting mengingat dirinya dan Rahmat baru pertama kali dipasangkan di pertandingan resmi.
“Puji Tuhan, beruntung bisa menang dan dijauhkan dari cedera. Ini pertama kali kami bermain ganda campuran dan tidak ada persiapan untuk latihan bareng, jadi kami langsung bertanding di lapangan,” kata Elsa.
Menurut Elsa, komunikasi dan dukungan satu sama lain menjadi kunci dalam pertandingan perdana mereka. Kondisi tersebut diperlukan karena keduanya belum mengetahui secara detail karakter permainan pasangan masing-masing.
“Buat saya yang terpenting kami saling mendukung dan saling menenangkan karena kami belum tahu pasangan kami seperti apa,” ujarnya.
Setelah kehilangan gim kedua, Rahmat/Elsa berusaha kembali menjaga ketenangan. Elsa menilai lawan yang masih berstatus junior tampil lepas sehingga mampu memberikan tekanan.
“Di game kedua kami kurang tenang. Lawan sendiri masih junior jadi mereka lebih nothing to lose. Jadi di lapangan kami hanya bisa saling meningkatkan,” ucap Elsa.
Memasuki pertandingan berikutnya, Elsa menegaskan pentingnya memulai laga dengan baik. Ia berharap mereka dapat langsung menemukan ritme permainan tanpa memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengambil kendali sejak awal.
“Untuk besok start-nya harus bagus dan hawa mainnya jangan sampai kalah sama lawan,” kata Elsa.
Kemenangan atas Azib/Fiersha sekaligus menjadi langkah awal bagi Rahmat/Elsa untuk melanjutkan perjalanan mereka di Polytron Surabaya International Challenge 2026 dengan pasangan yang baru terbentuk tersebut.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












