Beranda Daerah Patroli Musim Kemarau, Petugas Temukan Dua Lubang PETI di Hutan Nanggung

Patroli Musim Kemarau, Petugas Temukan Dua Lubang PETI di Hutan Nanggung

Oplus_131072

Publikbicara.com – Patroli kawasan hutan di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menemukan dua lubang penambangan emas tanpa izin (PETI), Selasa (25/8/2026).

Temuan tersebut terungkap ketika petugas keamanan PT Antam UBPE Pongkor bersama personel Polsek Nanggung dan Koramil Nanggung menyisir kawasan hutan yang berada dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Antam.

Patroli dilakukan sebagai bagian dari pemantauan rutin, terutama di tengah musim kemarau yang meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kekurangan air bersih di sejumlah wilayah.

Kepala Keamanan PT Antam UBPE Pongkor, Kasim, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya difokuskan pada pengawasan kawasan, tetapi juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

“Satuan keamanan wilayah Pongkor melakukan operasi rutin setiap hari. Khusus hari ini, kami bergerak bersama personel dari Polsek Nanggung dan Koramil Nanggung untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait ancaman kebakaran hutan dan potensi kesulitan air bersih akibat musim kemarau,” kata Kasim, Selasa (25/8/2026).

Saat penyisiran berlangsung, petugas menemukan dua lubang yang diduga merupakan lokasi aktivitas PETI. Berdasarkan kondisi di lapangan, kedua lubang tersebut diduga sebelumnya telah ditutup atau dikunci.

Petugas kemudian mengambil langkah dengan menutup kembali kedua lubang tersebut untuk mencegah aktivitas penambangan ilegal kembali berlangsung.

“Ketika melakukan patroli bersama Polsek, Koramil Nanggung, dan tim pengamanan internal (security), kami menemukan dua lubang PETI yang disinyalir sempat terkunci. Petugas langsung menutup kedua lubang tersebut,” ujar Kasim.

Keberadaan PETI menjadi perhatian karena aktivitas penambangan tanpa izin berpotensi menimbulkan persoalan terhadap keamanan kawasan sekaligus memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Di sisi lain, PT Antam bersama aparat terus meningkatkan pengawasan kawasan hutan untuk mengantisipasi berbagai gangguan selama musim kemarau.

READ  Aksi Spontan Warga Sukajaya Gagalkan Pencurian Motor, Dua Pelaku Diamankan

Kasim juga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta ikut menjaga kawasan hutan di sekitar wilayah pertambangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondisi di musim kemarau ini, jangan sampai terjadi kebakaran hutan atau hal-hal lain yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPolytron Pontianak International Challenge 2026 Siap Panaskan Persaingan Bulutangkis Dunia
Artikulli tjetërAPINDO Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Pekerja dan Daya Saing Dunia Usaha