Publikbicara.com – Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Bogor di Kecamatan Jasinga resmi mulai beroperasi. Pembukaan ditandai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 20 -21 Agustus 2026.
Atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membuka sekolah tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan sosial dan ekonomi.
Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, dimulainya MPLS bukan sekadar menjadi penanda awal kegiatan belajar mengajar, tetapi juga momentum membuka kesempatan baru bagi anak-anak Kabupaten Bogor.
“Hari ini kita membuka harapan baru, sekaligus memberikan kesempatan yang lebih besar bagi anak-anak Kabupaten Bogor untuk meraih masa depan yang lebih baik,” kata Ajat saat membacakan sambutan Bupati Bogor.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Permanen Jasinga menerima 270 peserta didik sebagai angkatan pertama. Mereka terdiri atas 30 siswa jenjang SD, 120 siswa SMP, dan 120 siswa SMA.
Sekolah tersebut memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa untuk tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama. Kebutuhan utama peserta didik, mulai dari pendidikan, tempat tinggal, konsumsi, seragam hingga perlengkapan belajar, ditanggung negara.
Program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), terutama kelompok Desil 1 dan Desil 2. Mereka menjadi prioritas karena dinilai memiliki risiko putus sekolah atau menghadapi hambatan sosial dan ekonomi.
Ajat mengatakan, program Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Kita ingin memastikan bahwa kemiskinan tidak menjadi warisan antargenerasi, dan pendidikan adalah jalan terbaik untuk memutus rantai tersebut,” tegasnya.
Sekolah Rakyat Permanen Jasinga merupakan pengembangan dari program rintisan Sekolah Rakyat yang telah berjalan di Kabupaten Bogor sejak 2025. Sebelumnya, kegiatan pendidikan rintisan dilaksanakan di Sentra Terpadu Inten Soeweno untuk jenjang SMP dan Sentra Galih Pakuan untuk jenjang SMA.
Selain kampus permanen di Jasinga, Pemkab Bogor masih mengoptimalkan sejumlah lokasi rintisan Sekolah Rakyat di beberapa titik. Di antaranya BNN Lido, Tagana Training Center, Pusbang Aparatur SDM Perhubungan, serta Perpustakaan Digital Kementerian Pertanian.
Pemkab Bogor berharap keberadaan Sekolah Rakyat Permanen Jasinga tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dan karakter sebagai bekal menghadapi masa depan.
Dengan kapasitas hingga 1.000 siswa, sekolah tersebut diharapkan menjadi salah satu sarana strategis Pemkab Bogor dalam memperluas kesempatan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












