Beranda Daerah Gempa M7,7 Guncang NTT, ASAR Humanity Bergerak Salurkan Bantuan

Gempa M7,7 Guncang NTT, ASAR Humanity Bergerak Salurkan Bantuan

Publikbicara.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) meninggalkan dampak serius. Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 12.00 WIB, sebanyak 51 orang dilaporkan meninggal dunia, 40 orang luka-luka, dan lebih dari 5.000 warga mengungsi.

Gempa yang berpusat di wilayah Flores tersebut juga merusak sejumlah fasilitas publik. Data pemutakhiran mencatat 18 fasilitas kesehatan, lima fasilitas ibadah, dan 87 fasilitas pendidikan terdampak akibat guncangan.

Sebelumnya, gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami bagi sejumlah wilayah NTT dan sekitarnya. Namun, setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi muka air laut, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada Sabtu (15/8/2026) pukul 07.30 WIB.

Berakhirnya peringatan tsunami tidak serta-merta mengakhiri persoalan bagi warga terdampak. Ribuan masyarakat masih membutuhkan tempat aman sekaligus dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

Di tengah kondisi tersebut, Laznas ASAR Humanity mulai menyalurkan bantuan sejak hari pertama bencana. Bersama relawan KSATRIA yang berada di lapangan, tim kemanusiaan menyalurkan makanan siap santap kepada warga di sejumlah lokasi terdampak.

Bantuan tersebut menjadi respons awal untuk membantu masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan setelah gempa. Selain distribusi makanan, tim ASAR Humanity dan relawan juga melakukan asesmen untuk memetakan kebutuhan penyintas di lapangan.

Ketua Pengurus Yayasan ASAR Humanity, Noval Eriansyah, mengatakan respons cepat diperlukan agar kebutuhan paling mendasar masyarakat dapat segera ditangani.

“Sejak hari pertama, kami langsung bergerak bersama relawan KSATRIA untuk menyalurkan makanan siap santap ke sejumlah lokasi terdampak. Kami ingin memastikan masyarakat yang sedang berada dalam kondisi darurat mendapatkan kebutuhan dasar terlebih dahulu,” kata Noval dalam keterangannya, Minggu (16/8).

READ  Truk Muatan Kayu Hantam Rumah Warga di Jasinga

Menurut dia, kebutuhan penyintas berpotensi berubah seiring perkembangan situasi. Karena itu, pemantauan dan asesmen terus dilakukan untuk menentukan bantuan yang paling dibutuhkan.

Dari hasil asesmen awal, kebutuhan mendesak masyarakat terdampak saat ini meliputi makanan siap santap, air minum, hygiene kit, dan selimut.

Kebutuhan tersebut menjadi perhatian karena ribuan warga masih berada di lokasi pengungsian. Kondisi darurat membuat pemenuhan kebutuhan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang terdampak langsung.

“Yang kami lihat di lapangan, kebutuhan dasar seperti makanan, air minum, perlengkapan kebersihan, dan selimut menjadi hal yang perlu segera dipenuhi,” ujar Noval.

ASAR Humanity selanjutnya akan berkoordinasi dengan relawan serta pihak terkait untuk menyesuaikan distribusi bantuan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.

Lembaga tersebut juga mengajak masyarakat ikut memperkuat respons kemanusiaan bagi warga NTT melalui kampanye “Bergerak Tanggap Bencana”.

Dukungan dapat disalurkan melalui campaign “Bergerak Tanggap Bencana” Laznas ASAR Humanity.

Laznas ASAR Humanity menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia dan mendoakan kesembuhan bagi masyarakat yang mengalami luka-luka.

Respons kemanusiaan akan terus dilakukan seiring pemantauan kondisi di lapangan, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar penyintas dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakBGN Ancam Pecat Tak Hormat Kepala SPPG yang Lalai dalam Program MBG
Artikulli tjetërSimfoni Kebangsaan Gema di Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto Siapkan Ruang Ekspresi bagi Seniman Muda