Publikbicara.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mempercepat sejumlah proyek infrastruktur strategis guna memperkuat konektivitas dan mendorong masuknya investasi. Salah satu proyek yang menjadi prioritas ialah pembangunan Jalan Tol Depok – Antasari yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bogor Rudy Susmanto saat memimpin rapat koordinasi pembangunan Jalan Tol Depok – Antasari – Salabenda, pembangunan Jalan Tambang, serta pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Kabupaten Bogor, di Pendopo Bupati Bogor, Rabu (5/8).
Rapat tersebut dihadiri unsur DPRD Kabupaten Bogor, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pertanahan Nasional (BPN), PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), serta jajaran perangkat daerah.
Rudy menegaskan, Pemkab Bogor siap memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan jalan tol, termasuk dalam penyelesaian berbagai kewenangan daerah agar proses pembangunan berjalan sesuai target.
“Kami berkomitmen membantu seluruh proses yang menjadi kewenangan daerah, baik dari aspek administratif maupun dukungan di lapangan, sehingga tahapan pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan lancar,” ujar Rudy.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan meningkatkan akses transportasi, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya kawasan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai keberadaan Tol Depok – Antasari yang nantinya terhubung dengan jaringan jalan tol lainnya akan memperkuat konektivitas Kabupaten Bogor dengan wilayah sekitar. Kondisi itu diyakini mampu meningkatkan daya tarik investasi karena akses menuju kawasan industri, perdagangan, dan pusat-pusat ekonomi menjadi lebih efisien.
Selain jalan tol, Pemkab Bogor juga mempercepat pembangunan Jalan Tambang dan pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Kabupaten Bogor. Ketiga proyek tersebut diproyeksikan saling mendukung dalam pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah.
Untuk mempercepat penyelesaian persoalan pengadaan lahan, Rudy menginstruksikan agar Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) kembali diaktifkan mulai pekan depan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, BPN, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Proyek strategis ini akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan konektivitas wilayah Kabupaten Bogor. Karena itu, saya meminta seluruh perangkat daerah terus memperkuat sinergi agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai target,” tegasnya.
Melalui percepatan proyek infrastruktur tersebut, Pemkab Bogor optimistis mampu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













