Beranda Daerah PUPR Depok Prioritaskan Revitalisasi Drainase Bukit Cengkeh, Fokus Atasi Sedimentasi Penyebab Banjir

PUPR Depok Prioritaskan Revitalisasi Drainase Bukit Cengkeh, Fokus Atasi Sedimentasi Penyebab Banjir

Oplus_131072

Publikbicara.com – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melanjutkan upaya penanganan banjir yang selama bertahun-tahun melanda kawasan Perumahan Bukit Cengkeh. Revitalisasi sistem drainase menjadi fokus utama dengan mengedepankan solusi teknis berbasis hasil kajian lapangan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Depok, Rizwanur Rahim, menegaskan penanganan tidak dilakukan dengan membuka saluran baru dari Kali Laya. Sebaliknya, pemerintah akan mengoptimalkan fungsi saluran drainase yang sudah ada karena dinilai masih mampu menampung aliran air jika kondisinya dipulihkan.

“Penanganan dilakukan menggunakan saluran existing dengan dimensi 60 x 60 sentimeter. Tidak ada rencana membuat bukaan baru dari Kali Laya. Permasalahan utama adalah sedimentasi yang mencapai sekitar 60 sentimeter sehingga elevasi saluran lebih tinggi dari badan jalan dan air hujan tidak dapat mengalir masuk secara maksimal,” ujar Rizwanur dikutip dari bogor24jam, Selasa (14/7/2026).

Hasil survei Dinas PUPR juga menemukan sejumlah titik penyempitan saluran atau bottleneck di kawasan Bukit Cengkeh. Saluran yang semestinya memiliki lebar dan kedalaman sekitar dua meter, pada beberapa lokasi menyempit hingga hanya sekitar satu meter. Kondisi tersebut diperparah endapan lumpur yang mengurangi kapasitas tampung saluran saat curah hujan tinggi.

Menurut Rizwanur, kombinasi sedimentasi dan penyempitan saluran menjadi penyebab utama genangan yang selama ini dikeluhkan warga. Temuan tersebut juga sejalan dengan pengakuan masyarakat yang menilai aliran air terhambat akibat kondisi drainase yang tidak lagi optimal.

Sebagai langkah lanjutan, PUPR menyiapkan sejumlah alternatif penanganan di kawasan Kali Jantung. Opsi yang tengah dikaji meliputi peninggian terjunan tanggul atau pintu air di bagian hulu Setu Pengarengan menuju Kali Laya, normalisasi saluran di kawasan Bukit Cengkeh, hingga pembangunan pompa pengendali banjir.

READ  Wakil Bupati Bogor Tinjau Jembatan Putus di Desa Cintamanik

Meski demikian, penggunaan pompa belum menjadi keputusan final. PUPR menilai sistem tersebut harus didukung jalur pembuangan air yang memadai agar tidak memindahkan persoalan banjir ke wilayah lain.

“Pompa memang menjadi salah satu usulan, tetapi harus dipastikan terlebih dahulu ke mana air akan dialirkan. Jangan sampai menyelesaikan masalah di satu titik, tetapi menimbulkan genangan baru di lokasi lain,” jelasnya.

Rizwanur menambahkan, penyusunan desain teknis dilakukan melalui koordinasi bersama Pemerintah Kecamatan Sukmajaya, Kecamatan Cimanggis, tim konsultan, serta masyarakat setempat. Aspirasi warga juga menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan rencana penanganan.

Sementara itu, kunjungan Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari, ke lokasi banjir beberapa waktu lalu dilakukan untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus menyerap aspirasi warga terkait kebutuhan penanganan yang dinilai lebih efektif.

Saat ini, Dinas PUPR masih mematangkan desain teknis sebelum pekerjaan dilaksanakan secara bertahap. Pemerintah berharap revitalisasi drainase yang berbasis kajian teknis tersebut mampu menjadi solusi jangka panjang sehingga kawasan Bukit Cengkeh terbebas dari banjir yang selama ini rutin terjadi saat musim hujan.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakRudy Susmanto Tegaskan Camat Jadi Ujung Tombak Pembangunan Kabupaten Bogor
Artikulli tjetërBupati Bogor Tata PKL Alun-alun Tegar Beriman, Pedagang Wajib Terdata dan Jaga Kebersihan