Publikbicara.com – Suasana adat dan budaya mewarnai Lembur Cigoong, Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, saat masyarakat menggelar tradisi Seren Taun, Rabu (1/7/2026). Mengusung tema “Maju Saparakanca, Nanjeurkeun Adat Dina Nyungsi Amparan Karahayuan”, kegiatan tahunan tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus komitmen masyarakat menjaga warisan budaya Sunda.
Prosesi adat menjadi rangkaian utama dalam perhelatan tersebut, termasuk arak-arakan Dongdang yang sarat makna filosofis. Kemeriahan acara juga dilengkapi berbagai pertunjukan seni dan permainan tradisional yang melibatkan masyarakat, terutama kalangan generasi muda.
Selain menjadi agenda budaya, Seren Taun dimanfaatkan sebagai ruang mempererat silaturahmi dan semangat gotong royong antarwarga. Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Bogor, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur lainnya.
Ketua panitia, Asep, mengatakan Seren Taun merupakan bentuk rasa syukur masyarakat sekaligus upaya menjaga adat yang diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, tema yang diangkat mencerminkan semangat kebersamaan untuk terus maju tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.
“Selain prosesi adat dan Dongdang, kami juga menghadirkan permainan tradisional agar generasi muda mengenal serta mencintai budaya daerahnya. Harapannya, Seren Taun tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi wadah mempererat persatuan masyarakat dan melestarikan budaya Sunda,” ujarnya.
Sementara itu, Kasepuhan Cigoong, Abah Sarji, menegaskan bahwa Seren Taun bukan sekadar perayaan budaya, melainkan tradisi yang mengandung nilai spiritual sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas hasil panen dan kehidupan yang diberikan.
Ia menilai tradisi tersebut juga menjadi sarana menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam, sekaligus mewariskan nilai gotong royong, kebersamaan, dan saling menghormati kepada generasi penerus.
“Kami berharap generasi muda tidak melupakan adat dan budaya yang telah diwariskan para leluhur. Tradisi ini harus tetap dijaga agar menjadi identitas masyarakat sekaligus warisan budaya yang terus hidup di tengah perkembangan zaman,” kata Abah Sarji.
Melalui Seren Taun Lembur Cigoong, masyarakat Desa Puraseda kembali menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sosial yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












