Publikbicara.com – Pemerintah Kabupaten Bogor menjadikan Gebyar UMKM dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 sebagai upaya memperkuat perekonomian daerah melalui promosi dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan berlangsung selama 29 Juni hingga 1 Juli 2026 di Cibinong City Mall dan diikuti 43 pelaku UMKM terpilih.
Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, mengatakan penyelenggaraan Gebyar UMKM merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bogor untuk membuka akses promosi serta memperluas pasar bagi produk-produk lokal.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari pihak sponsor sehingga pelaksanaannya tidak membebani anggaran pemerintah daerah.
“Kolaborasi seperti ini diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak pelaku UMKM yang memperoleh kesempatan mengembangkan usahanya,” kata Jaro Ade.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah arahan Bupati Rudy Susmanto terus mendorong UMKM naik kelas melalui berbagai program, mulai dari pendampingan sertifikasi halal, pelatihan peningkatan kualitas produk dan kemasan, hingga penguatan akses pemasaran.
Selain memperluas pasar di tingkat nasional, pemerintah daerah juga menargetkan produk UMKM Kabupaten Bogor mampu menembus pasar internasional melalui berbagai kegiatan promosi. Wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bogor pun diharapkan turut membawa produk lokal sebagai oleh-oleh sehingga ikut memperkenalkan hasil karya pelaku UMKM ke berbagai daerah.
Jaro Ade menyebutkan, pemerintah daerah telah menyiapkan tiga fokus utama untuk memperkuat sektor UMKM, yakni meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan, memperkuat dukungan anggaran bersama DPRD pada APBD 2027, serta memperluas kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Ia optimistis perkembangan UMKM akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana, mengatakan Gebyar UMKM menjadi salah satu rangkaian penutup HJB ke-544 yang difokuskan sebagai etalase produk unggulan UMKM lokal.
Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi pelaku UMKM saat ini tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga kemampuan memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar secara berkelanjutan.
Karena itu, Diskop UKM terus memberikan pelatihan serta memfasilitasi akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), koperasi, maupun lembaga pembiayaan lainnya bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap daya saing UMKM semakin meningkat sehingga mampu menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













