Publikbicara.com – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi IV dari Fraksi PAN, Dr. H. Usep Nukliri, mengapresiasi kemajuan sektor pendidikan di Kecamatan Nanggung yang dinilai terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia mengingatkan masih adanya pekerjaan rumah berupa penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang perlu menjadi perhatian bersama.
Pernyataan tersebut disampaikan Usep usai menghadiri acara lepas sambut Kapolsek Nanggung, Senin (29/6/2026).
Menurut Usep, peningkatan kualitas pendidikan di Nanggung terlihat dari membaiknya posisi kecamatan tersebut berdasarkan indikator pendidikan yang dimiliki pemerintah.
“Nanggung pada tahun 2005 berada di urutan ke-39 dari 40 kecamatan. Sekarang naik menjadi peringkat ke-34. Artinya ada kemajuan yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Rektor Institut Agama Islam Bogor (IAIB) itu menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari unsur Muspika, tenaga pendidik, hingga masyarakat yang terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Nanggung.
Ia juga menyebut meningkatnya jumlah mahasiswa asal Nanggung yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menjadi indikator bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.
“Semakin banyak mahasiswa asal Nanggung yang kuliah di IAIB. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan semakin meningkat, sehingga kualitas sumber daya manusia ke depan akan semakin baik,” katanya.
Meski demikian, Usep menegaskan persoalan Anak Tidak Sekolah masih harus menjadi fokus penanganan. Ia mengajak pemerintah desa, RT, RW, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk aktif memastikan setiap anak tetap mengenyam pendidikan.
“Kami berharap seluruh stakeholder dapat menjemput bola agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Transisi dari SD ke SMP harus menjadi perhatian bersama sehingga angka Anak Tidak Sekolah bisa ditekan,” ucapnya.
Selain itu, Usep mendorong para lulusan SMP di Kecamatan Nanggung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau sederajat, bukan memilih bekerja maupun menikah di usia muda.
Menurutnya, masyarakat kini tidak perlu khawatir terhadap biaya pendidikan tingkat SMA karena sejumlah sekolah di Kecamatan Nanggung telah memberikan layanan pendidikan tanpa pungutan biaya.
“Saat ini pendidikan tingkat SLTA di Kecamatan Nanggung sudah gratis, baik di SMA Negeri Nanggung maupun di Cendekia Muslim. Semakin mudah akses pendidikan, semakin besar pula kesempatan masyarakat untuk melanjutkan sekolah,” pungkasnya.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












