Beranda Internasional Prancis Unggul 1-0 atas Irak, Kickoff Babak Kedua Tertahan Akibat Badai Petir

Prancis Unggul 1-0 atas Irak, Kickoff Babak Kedua Tertahan Akibat Badai Petir

Tampilan layar peringatan badai petir hebat pada pertandingan yang mempertemukan Prancis dan Irak di Stadion Philadelphia. Dok: FRANCK FIFE.

Publikbicara.com – Badai petir yang melanda Philadelphia memaksa pertandingan Prancis melawan Irak pada Grup I Piala Dunia 2026 ditunda sesaat sebelum dimulainya babak kedua, Selasa (23/6) dini hari WIB.

Mengutip dari CNN Indonesia, dalam pertandingan di Stadion Philadelphia itu, Prancis unggul 1-0 atas Irak pada babak pertama. Kapten Kylian Mbappe membawa Prancis unggul dengan gol pada menit ke-14.

Keunggulan tersebut diperoleh setelah Prancis tampil dominan sepanjang babak pertama.

Tim asuhan Didier Deschamps menguasai jalannya laga dan menciptakan sejumlah peluang. Dari empat percobaan yang dilepaskan, satu di antaranya berhasil dikonversi menjadi gol oleh Mbappe.

Irak yang lebih banyak berada di bawah tekanan mampu mempertahankan organisasi permainan dengan baik. Meski beberapa kali mencoba melancarkan serangan balik, wakil Asia itu kesulitan menciptakan peluang berbahaya dan belum mampu menyamakan kedudukan.

Namun, duel yang berlangsung di Stadion Philadelphia itu terpaksa dihentikan sementara akibat badai petir yang melanda kawasan sekitar stadion.

Selain itu, menurut laporan New York Times, official pertandingan memutuskan menunda kickoff babak kedua selama 30 menit, termasuk tambahan waktu dari jeda turun minum, demi alasan keselamatan pemain, official, dan penonton.

Hingga penundaan diberlakukan, Prancis masih memegang keunggulan tipis 1-0 atas Irak.(Red).

READ  Tampil Solid, Fajar/Fikri Tundukkan Wakil Taiwan di Perempat Final BAC 2026

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakRudy Susmanto Tinjau SDN 04 Cijayanti, Program “Kami Mendengar” Kawal Pendidikan hingga MBG
Artikulli tjetërMessi Kembali Bersinar, Argentina Sempurna di Dua Pertandingan Piala Dunia 2026