Ilustrasi pembinaan Persija Development. Dok: Official Persija.
Publikbicara.com – Para pemain jebolan Persija Development mencatat total menit bermain terbanyak dibandingkan lulusan akademi klub Super League lainnya sepanjang kompetisi profesional Indonesia musim 2025/2026.
Berdasarkan data iLeague, pemain binaan Persija memperoleh akumulasi menit bermain tertinggi baik di Super League maupun Pegadaian Championship. Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan sistem pembinaan yang diterapkan Persija dalam mengantarkan pemain muda menuju level profesional.
Direktur Persija Development, Ricky Nelson, mengatakan peningkatan jumlah pemain yang tampil di kompetisi senior memang menjadi target utama yang terus dikejar oleh akademi Persija.
“Ini memang menjadi tujuan utama kami. Menaikkan pemain lebih cepat ke level profesional adalah visi dari Persija Development. Kami berharap para pemain yang masuk ke tim utama Persija maupun yang menjalani masa peminjaman di klub lain bisa mendapatkan menit bermain yang banyak untuk mengembangkan karier mereka. Jadi, pencapaian ini tentu menjadi sesuatu yang luar biasa bagi kami,” kata Ricky dikutip dari laman Official Persija, Senin (22/6).
Menurut dia, kesempatan bermain secara reguler merupakan faktor penting dalam proses perkembangan seorang pemain. Pengalaman bertanding di level kompetitif akan membantu pemain memahami kelebihan dan kekurangannya sehingga kualitas permainan dapat terus meningkat.
Selain memperkuat tim utama Persija, sejumlah lulusan Persija Development juga mendapatkan jam terbang bersama klub lain melalui skema peminjaman.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan agar para pemain memperoleh pengalaman di level senior secara berkelanjutan.
Persija Development terus menjadikan pengembangan pemain muda sebagai prioritas utama dengan memperkuat aspek teknis, taktis, dan menyediakan jalur menuju sepak bola profesional.
Ke depan, Ricky menargetkan peningkatan fasilitas dan program pembinaan agar proses akselerasi pemain menuju level senior dapat berlangsung lebih cepat.
“Kalau sebelumnya kami bisa menaikkan pemain ke level profesional pada usia 18 tahun, ke depan kami ingin bekerja lebih keras lagi agar pemain berusia 17 atau bahkan 16 tahun sudah siap bersaing di level senior,” katanya.
Pencapaian tersebut semakin mengukuhkan Persija Development sebagai salah satu pusat pembinaan pemain muda yang konsisten menghasilkan talenta untuk kompetisi profesional Indonesia, dengan keberhasilan yang tidak hanya diukur dari prestasi di kelompok usia, tetapi juga dari kemampuan pemain mendapatkan kesempatan bermain dan berkembang di level senior.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













