Beranda Daerah Aan Teriana: Nyawa Seorang Anak Tak Boleh Hilang Sia-Sia, Pelaku Harus Bertanggung...

Aan Teriana: Nyawa Seorang Anak Tak Boleh Hilang Sia-Sia, Pelaku Harus Bertanggung Jawab

Aan Triana

Publikbicara.com – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga bocah berusia 9 tahun asal Kecamatan Cigudeg yang meninggal dunia setelah diduga diserang anjing pemburu babi hutan dalam sebuah peristiwa tragis di Kecamatan Jasinga, Minggu (7/6/2026).

Kehilangan seorang anak bukan hanya menjadi luka bagi keluarga, tetapi juga menyisakan keprihatinan bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan cita-cita, nyawa bocah tersebut justru terenggut dalam peristiwa yang seharusnya tidak terjadi.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Aan Teriana Al Muharom, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia menilai tragedi ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan persoalan kemanusiaan yang harus mendapatkan perhatian serius.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kehilangan seorang anak adalah duka yang tidak bisa diukur dengan apa pun. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Aan, Senin (8/6/2026).

Aan juga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya, jika ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran hukum dalam aktivitas perburuan yang melibatkan puluhan orang dan anjing pemburu, maka seluruh pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Nyawa seorang anak tidak boleh hilang begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban. Proses hukum harus berjalan secara adil dan transparan,” tegasnya.

Politisi itu mengapresiasi langkah kepolisian yang telah bergerak melakukan penyelidikan. Namun ia berharap pengungkapan kasus tidak berhenti pada pencarian fakta semata, melainkan juga menjadi momentum evaluasi terhadap aktivitas perburuan yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Menurut Aan, tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Aktivitas berburu yang tidak terawasi dan dilakukan di dekat permukiman maupun area aktivitas warga berisiko menimbulkan korban jiwa.

“Jangan sampai ada keluarga lain yang merasakan duka yang sama. Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bersama agar pengawasan terhadap aktivitas berburu diperketat dan keselamatan masyarakat benar-benar dijaga,” pungkasnya.***

READ  Bogor Siaga Akhir Tahun, Car Free Night hingga Ribuan Personel Dikerahkan Amankan Nataru

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakDiantara Tudingan Sinis Aktivis, Wabup Bogor Beri Sanggahan Cerdas. Jaro Ade: Kepentingan Warga Harus Diutamakan
Artikulli tjetërAan Teriana: Turut Berduka, Tegas Mengecam Pemburu Babi Hutan di Jasinga di Hukum Tanpa Pandang Bulu