Publikbicara.com – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar USD 29,61 juta atau meningkat sekitar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 23,89 juta.
Capaian tersebut menjadi laba tertinggi yang diraih perusahaan dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Selain itu, EBITDA perusahaan juga tumbuh lebih dari 20 persen menjadi USD 101,20 juta dari USD 84,02 juta pada 2024.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengatakan peningkatan kinerja tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika industri jasa pengeboran minyak dan gas bumi.
“Perusahaan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat layanan terintegrasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan industri energi nasional,” kata Avep dalam paparan kinerja perusahaan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Jumat (5/6).
Dari sisi operasional, Pertamina Drilling berhasil menyelesaikan pengeboran dan pekerjaan pada 433 sumur sepanjang 2025. Perusahaan juga mencatat peningkatan pekerjaan offshore workover menjadi 61 pekerjaan dibandingkan 55 pekerjaan pada tahun sebelumnya.
Kinerja operasional lainnya turut menunjukkan tren positif. Rig Availability mencapai 96,44 persen, Rig Productivity sebesar 70,15 persen, dan Rig Utilization sebesar 77,22 persen. Sementara Rig Non-Productive Time (NPT) berhasil ditekan hingga 1,29 persen.
Pertumbuhan signifikan juga terjadi pada layanan Integrated Project Management (IPM) Services. Availability meningkat menjadi 74,18 persen dari sebelumnya 33,37 persen, sedangkan utilisasi dan produktivitas masing-masing naik menjadi 60,35 persen dari 22,27 persen dan 19,49 persen pada 2024.
Selain pertumbuhan bisnis, perusahaan berhasil menghasilkan efisiensi operasional senilai USD 12,8 juta melalui 21 program inisiatif strategis. Atas pencapaian tersebut, Pertamina Drilling meraih penghargaan OPTIMUS Awards 2025 dari Subholding Upstream PT Pertamina.
Di bidang tata kelola perusahaan, nilai Assessment Good Corporate Governance (GCG) meningkat menjadi 88,72 dari sebelumnya 86,86 dan kembali meraih predikat “Sangat Baik”. Tingkat kepatuhan perusahaan melalui sistem Compliance Online juga tetap terjaga pada angka 100 persen.
Sementara pada aspek keselamatan kerja, Pertamina Drilling mencatatkan Number of Major Accident (NoA) Zero dengan torehan lebih dari 20,9 juta jam kerja selamat sepanjang 2025.
Perusahaan juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan yang diikuti 2.379 peserta. Di sisi lain, kontribusi sosial perusahaan diperluas melalui 10 program Corporate Impact and Development (CID) yang mencakup pengembangan vokasi tenaga kerja, bantuan sanitasi sekolah, pembinaan UMKM, penyediaan air bersih, hingga bantuan penanganan bencana.
Melalui capaian tersebut, Pertamina Drilling menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ketahanan energi nasional melalui penguatan kinerja bisnis, tata kelola perusahaan, pengembangan sumber daya manusia, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow











