Beranda Daerah Pemkab Bogor Luncurkan Gerakan Ngalokat Cai, 5.444 Ikan dan 544 Burung Dilepas...

Pemkab Bogor Luncurkan Gerakan Ngalokat Cai, 5.444 Ikan dan 544 Burung Dilepas di Talaga Saat

Publikbicara.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat upaya pelestarian lingkungan di kawasan hulu melalui kegiatan Budaya Ngalokat Cai yang digelar di Talaga Saat, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6). Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

Mengusung tema “Lestarikan Alam, Hidupkan Kearifan Lokal”, kegiatan ini diisi dengan berbagai aksi konservasi, di antaranya pelepasan 5.444 ekor ikan, pelepasliaran 544 ekor burung, penanaman pohon pule air, pembuatan lubang biopori, penebaran eco enzim, serta pengukuhan Forum Kampung Ramah Lingkungan (KRL).

Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, Kabupaten Bogor memiliki posisi strategis sebagai wilayah hulu sekaligus hilir sehingga upaya pelestarian lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh.

“Menjaga lingkungan tidak cukup hanya di wilayah hilir. Kawasan hulu harus menjadi perhatian karena merupakan sumber kehidupan dan sumber air bagi masyarakat,” ujar Ajat.

Menurutnya, Talaga Saat dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu kawasan tangkapan air penting di Kabupaten Bogor. Keberadaan kawasan tersebut dinilai memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan ketersediaan sumber daya air.

Ajat menjelaskan, berbagai program konservasi yang dilakukan tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian alam, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Selain itu, Pemkab Bogor juga memperkuat peran masyarakat melalui pengukuhan Forum Kampung Ramah Lingkungan. Forum tersebut diharapkan menjadi motor penggerak pengelolaan sampah, limbah, serta pelestarian sumber daya air di tingkat kampung.

“Pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Perlu keterlibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama di lapangan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Bogor juga mengajak berbagai pihak, mulai dari komunitas, pelaku usaha, akademisi hingga media massa untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga lingkungan.

READ  Partisipasi Pemilih Menurun Di Pilwalkot Bandung, Kenapa?

Salah satu perhatian pemerintah daerah diarahkan pada pengelolaan limbah usaha tahu dan tempe yang berkembang di wilayah Cileungsi. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas lingkungan.

Melalui Budaya Ngalokat Cai, Pemkab Bogor berharap gerakan pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal dapat terus berkembang dan menjadi budaya yang mengakar di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga kawasan hulu yang berperan penting bagi keberlangsungan ekosistem di Jawa Barat.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakAtasi Banjir dan Macet, Pemerintah Perkuat Dewan Kawasan Aglomerasi Jakarta
Artikulli tjetërPemkab Bogor dan TNI AD Perkuat Kolaborasi Hadapi Krisis Sampah dan Ancaman Kekeringan