Publikbocara.com — Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk mengembalikan arah politik bangsa kepada nilai-nilai Pancasila.
Menurut Jaro Ade, demarkasi nasionalisme bangsa Indonesia sejatinya adalah Pancasila. Karena itu, perjalanan politik dan pemerintahan harus tetap berpijak pada nilai luhur kebangsaan yang mengutamakan kepentingan rakyat.

“Pancasila jangan hanya dihafal sebagai dasar negara, tetapi harus menjadi ruh dalam tata kelola pemerintahan dan kehidupan politik bangsa. Politik tanpa arah ideologi kebangsaan hanya akan melahirkan kekuasaan yang jauh dari rakyat,” ujar Jaro Ade, Selasa (20/5/2026).
Ia menjelaskan, dalam perspektif Pancasila, politik bukan semata perebutan kekuasaan, melainkan jalan pengabdian untuk menghadirkan keadilan, kebijaksanaan, dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, sila keempat Pancasila yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” mengandung makna kepemimpinan yang terpimpin, berjenjang, dan bertanggung jawab.

“Mulai dari Presiden, Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa, RW sampai RT, semuanya harus memiliki orientasi yang sama, yaitu berpihak kepada rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi,” katanya.
Jaro Ade juga menyinggung filosofi “Padjajaran sejajar” sebagai substansi kepemimpinan yang selaras dari tingkat atas hingga bawah. Menurutnya, tatanan kepemimpinan nasional hingga tingkat RT bukan hanya struktur administratif, tetapi satu kesatuan nilai dalam mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat.
“Makna kerakyatan dalam sila keempat menegaskan bahwa arah kekuasaan harus menuju rakyat, bukan menjauh dari rakyat. Sementara hikmat kebijaksanaan menjadi fondasi moral agar setiap kebijakan lahir dari nurani, musyawarah, dan kepentingan bangsa, bukan kepentingan pribadi maupun golongan,” tegasnya.
Di momentum Hari Kebangkitan Nasional ini, Jaro Ade mengajak seluruh elemen bangsa membangkitkan kembali kesadaran politik kebangsaan agar politik Indonesia kembali membumi dalam nilai sosial, politik, ekonomi, dan budaya atau Sospolekbud.
“Cita-cita kemerdekaan hanya akan tetap hidup apabila nilai Pancasila hadir dalam denyut kehidupan rakyat sehari-hari,” pungkasnya.***
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












