Monitoring pemasangan bantuan pipa air bersih bagi tujuh desa terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Foto: BNPB.
Publikbicara.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mempercepat pemulihan infrastruktur air bersih di tujuh desa terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Hingga awal April 2026, progres pemasangan pipa telah mencapai 80 persen.
Monitoring yang dilakukan tim Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana BNPB pada 7 – 8 April 2026 menunjukkan bahwa distribusi dan pemasangan pipa berjalan sesuai target. Sisa 20 persen pemasangan dijadwalkan rampung pada 9 – 12 April 2026.
Kerusakan jaringan air bersih sepanjang 39,8 kilometer sebelumnya terjadi akibat banjir dan tanah longsor pada awal Maret 2026. Bencana tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak fasilitas umum serta mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Bantuan pipa dari BNPB telah didistribusikan ke tujuh desa terdampak, yakni Paten, Sumber, Sengi, Keningar, Wates, Krinjing, dan Sewukan. Proses pemasangan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat di bawah koordinasi pemerintah desa masing-masing.
Sejumlah titik yang telah terpasang kini mulai berfungsi, mengalirkan air dari sumber mata air menuju bak penampungan dan selanjutnya ke rumah-rumah warga.
Warga menyambut positif bantuan tersebut karena mampu memulihkan kebutuhan dasar sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci.
Sementara itu, pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Magelang tengah mengusulkan pembangunan bak penangkap air ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna meningkatkan debit dan stabilitas distribusi air.
BNPB menargetkan seluruh jaringan pipa dapat berfungsi optimal dalam waktu dekat, sehingga pemerintah daerah dapat segera beralih ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi sektor lain yang terdampak bencana.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












