Beranda Daerah Kemenkes Pastikan Stok Vaksin MR Aman di Tengah Peningkatan Kasus Campak

Kemenkes Pastikan Stok Vaksin MR Aman di Tengah Peningkatan Kasus Campak

Konferensi Pers, update kasus campak di Indonesia. Foto: Tangkap Layar YouTube Kemenkes.

Publikbicara.com – Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin campak-rubella (MR) di Indonesia dalam kondisi aman dan mencukupi untuk mendukung percepatan imunisasi menyusul meningkatnya kasus campak di sejumlah daerah.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalusia, mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah percepatan imunisasi melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah dengan kasus tinggi.

“Dalam merespons kejadian luar biasa campak, selain surveilans dan deteksi dini, penyediaan vaksin menjadi faktor penting untuk pelaksanaan imunisasi,” kata Rizka dalam konferensi pers daring, Jumat (6/3).

Berdasarkan data per 6 Maret 2026, stok vaksin MR di tingkat pusat tercatat sekitar 9,5 juta dosis, sementara 6,6 juta dosis telah didistribusikan ke berbagai daerah melalui dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota hingga puskesmas.

Menurut Rizka, pemerintah terus melakukan distribusi vaksin terutama ke wilayah yang stoknya mulai menipis. Saat ini seluruh provinsi di Indonesia memiliki cadangan vaksin dengan tingkat ketersediaan di atas dua bulan.

Pemantauan distribusi vaksin juga dilakukan secara real time melalui sistem Satu Sehat Logistik (SSL) yang memantau inventori logistik hingga tingkat fasilitas kesehatan.

Dari hasil pemantauan tersebut, sebanyak 23 provinsi memiliki stok vaksin untuk 2 – 5 bulan, sembilan provinsi memiliki stok 5 – 7 bulan, dan enam provinsi memiliki stok lebih dari tujuh bulan.

Stok vaksin tersebut diprioritaskan untuk mendukung pelaksanaan ORI serta program imunisasi kejar (catch up campaign) di 102 kabupaten/kota pada 11 provinsi yang menjadi wilayah prioritas pengendalian campak.

Rizka juga menegaskan bahwa vaksin MR yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui proses evaluasi ketat terkait keamanan, mutu, dan khasiat sebelum digunakan masyarakat.

READ  PT Bayer Indonesia Investasi Rp99 Miliar di Depok, Menkes Tegaskan Pentingnya Produksi Obat Nasional

“Vaksin yang digunakan telah melalui kajian Kementerian Kesehatan dan Komite Imunisasi Nasional serta mendapat izin edar dari Badan POM, sehingga dipastikan aman dan efektif,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penelitian dan uji klinis, vaksin MR terbukti mampu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap campak dan rubella, dengan tingkat seropositif mencapai lebih dari 90 persen pada anak yang telah divaksinasi.

Terkait efek samping, Rizka menjelaskan reaksi yang muncul setelah imunisasi umumnya ringan dan bersifat sementara, seperti demam ringan, kemerahan di lokasi suntikan, atau ruam ringan yang biasanya hilang dalam waktu sekitar 24 jam.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan mengenai vaksin.

“Informasi yang menyebut vaksin mengandung microchip atau senjata biologis adalah hoaks. Vaksin hanya berisi komponen biologis yang merangsang sistem imun tubuh untuk melawan penyakit,” tegasnya.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi kesehatan dari sumber resmi serta memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap guna mencegah risiko komplikasi akibat campak.(Red)

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakGanda Putra Indonesia Terhenti di Semifinal All England 2026 Usai Dikalahkan Kim/Seo
Artikulli tjetërPasokan Energi Bersih Dijaga Selama Mudik Lebaran, Pertamina NRE Aktifkan Satgas RAFI