Beranda Daerah BMKG Pastikan “Blood Moon” Muncul 3 Maret, Warga Indonesia Bisa Saksikan dari...

BMKG Pastikan “Blood Moon” Muncul 3 Maret, Warga Indonesia Bisa Saksikan dari Rumah

Live Streaming pengamatan gerhana bulan total. Foto: Tangkap Layar YouTube BMKG.

Publikbicara.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena gerhana bulan total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, dan dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia.

Peristiwa astronomi ini berlangsung saat fase purnama, ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Dalam posisi tersebut, Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi sehingga cahaya Matahari tidak dapat mencapai permukaannya secara langsung.

“Gerhana bulan merupakan peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak seluruhnya sampai ke Bulan. Fenomena ini hanya terjadi saat fase purnama,” demikian penjelasan BMKG melalui laman resminya.

Pada fase totalitas, Bulan akan tampak berwarna merah gelap. Fenomena ini dikenal luas sebagai Blood Moon atau Bulan Merah. Warna kemerahan muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi sebelum mencapai permukaan Bulan.

Berdasarkan data BMKG, berikut urutan fase gerhana bulan total 3 Maret 2026:

Gerhana Penumbra Mulai

– 15.42.44 WIB

– 16.42.44 WITA

– 17.42.44 WIT

Gerhana Sebagian Mulai

– 16.49.46 WIB

– 17.49.46 WITA

– 18.49.46 WIT

Gerhana Total Mulai

– 18.03.56 WIB

– 19.03.56 WITA

– 20.03.56 WIT

Puncak Gerhana

– 18.33.39 WIB

– 19.33.39 WITA

– 20.33.39 WIT

Gerhana Total Berakhir

– 19.03.23 WIB

– 20.03.23 WITA

– 21.03.23 WIT

Gerhana Sebagian Berakhir

– 20.17.33 WIB

– 21.17.33 WITA

– 22.17.33 WIT

Gerhana Penumbra Berakhir

– 21.24.35 WIB

– 22.24.35 WITA

– 23.24.35 WIT

BMKG menyebut seluruh tahapan gerhana dapat diamati di Indonesia, meskipun waktu awal kemunculan Bulan di masing-masing daerah bisa berbeda tergantung zona waktu dan kondisi cakrawala setempat.

READ  Delegasi Amerika Serikat Donasikan Puluhan Alkes ke RSUD Idham Chalid

BMKG menegaskan gerhana bulan aman dilihat secara langsung tanpa perlindungan khusus bagi mata.

Berbeda dengan gerhana Matahari, masyarakat tidak memerlukan kacamata filter khusus untuk menyaksikan fenomena ini.

Meski demikian, penggunaan teropong atau teleskop dianjurkan bagi yang ingin melihat detail permukaan Bulan secara lebih jelas, terutama saat fase totalitas ketika warna kemerahan terlihat dominan.

Informasi terkini serta peta visibilitas gerhana dapat diakses melalui Sistem Informasi Observasi Gerhana BMKG di laman resmi mereka.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPresiden Prabowo Undang Mantan Presiden dan Ketum Parpol, Bahas Geopolitik di Istana
Artikulli tjetërBMKG Peringatkan Hujan Lebat Saat Mudik Lebaran 2026, Jawa hingga Papua Berpotensi Terdampak