Beranda Daerah BMKG Peringatkan Hujan Lebat Saat Mudik Lebaran 2026, Jawa hingga Papua Berpotensi...

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Saat Mudik Lebaran 2026, Jawa hingga Papua Berpotensi Terdampak

Rapat Koordinasi Persiapan Idulfitri yang digelar di Auditorium Mutiara, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan. Foto: BMKG.

Publikbicara.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) memproyeksikan kondisi cuaca selama periode mudik dan libur Idulfitri 1447 H/2026 M masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, namun berpotensi meningkat menjadi lebat di sejumlah wilayah.

Paparan tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Persiapan Idulfitri yang digelar di Auditorium Mutiara, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Faisal menegaskan, paruh pertama Maret menjadi periode yang perlu diwaspadai. Curah hujan pada bulan ini umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi, bahkan sangat tinggi di sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.

“BMKG terus melakukan analisis dan pemantauan atmosfer secara berkelanjutan serta menyampaikan peringatan dini secara tepat waktu guna mendukung keselamatan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran,” ujarnya dikutip dari BMKG.

Pada 1 – 10 Maret, peluang hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Memasuki 11 – 20 Maret dan 21-31 Maret, cuaca tetap didominasi hujan ringan – sedang, dengan potensi hujan lebat di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, serta Papua Pegunungan.

Dinamika atmosfer seperti Monsun Asia, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer disebut masih aktif memengaruhi pembentukan awan hujan. BMKG juga memantau potensi bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia, termasuk Bibit Siklon 90S di Samudra Hindia barat daya Lampung.

Di sektor penerbangan, pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) sepanjang Maret berpotensi menimbulkan turbulensi, kilat, hujan lebat, badai guntur, wind gust, hingga wind shear di sejumlah rute dan bandara.

READ  Satgas PRR Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Huntara dan Dana Bantuan Jadi Prioritas

Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Samudra Hindia selatan Jawa, Kalimantan Utara, Sulawesi bagian utara dan tengah, NTT, Maluku, hingga Papua.

 

Sementara di sektor kelautan, gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 meter) berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Aceh hingga barat Lampung, perairan selatan Jawa – NTT, serta perairan utara Maluku hingga Papua.

BMKG juga memperingatkan potensi banjir pesisir (rob) akibat kombinasi fase Bulan Baru pada 19 Maret dan fase Perigee pada 22 Maret 2026 yang dapat meningkatkan pasang air laut di sejumlah wilayah pesisir.

Sebagai langkah mitigasi, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara situasional.

OMC direncanakan berlangsung 17 – 18 Maret 2026 untuk mengamankan jalur mudik strategis di pelabuhan Merak – Bakauheni dan Gilimanuk – Ketapang.

Langkah tersebut ditujukan mencegah antrean panjang akibat cuaca buruk, dengan dukungan pembiayaan CSR PT Pelni.

BMKG juga mengaktifkan berbagai platform informasi seperti Digital Weather for Traffic (DWT) untuk jalur darat, Ina-SIAM untuk penerbangan, serta InaWIS untuk pelayaran. Sebanyak 38 UPT daerah disiagakan, termasuk posko di rest area tol, 15 pelabuhan, dan 96 bandara.

Selain ancaman hidrometeorologi, Faisal mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap gempa bumi. Sepanjang Februari 2026, tercatat 4.709 kejadian gempa di Indonesia. Sebanyak 10 gempa berkekuatan magnitudo 5 ke atas, dan 65 kejadian dirasakan masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam persiapan Idulfitri tahun ini.

“Kita harus bersama-sama melakukan mitigasi bencana yang terintegrasi. Keselamatan jiwa adalah prioritas tertinggi,” ujarnya.

Rapat koordinasi turut dihadiri Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.(Red).

READ  Sosialisasi dan Kick Off Penginputan IPKD Sebagai Upaya Perkuat Kualitas Pengelolaan APBD

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakBMKG Pastikan “Blood Moon” Muncul 3 Maret, Warga Indonesia Bisa Saksikan dari Rumah
Artikulli tjetërIran Klaim Serang Kantor PM Israel, Keberadaan Netanyahu Belum Diketahui