Beranda Daerah Kemenkes Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Terkait Virus Nipah

Kemenkes Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Terkait Virus Nipah

Ilustrasi virus Nipah. Foto: Alodokter.

Publikbicara.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan masa inkubasi virus Nipah berkisar antara empat hingga 14 hari sebelum gejala muncul. Dalam beberapa laporan, masa inkubasi bahkan dapat berlangsung hingga 45 hari.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, dr Sumarjaya, Selasa (24/2/2026), menjelaskan bahwa gejala infeksi virus Nipah terbagi menjadi tahap awal hingga kondisi berat yang berisiko fatal.

“Gejala awal biasanya berupa demam, sakit kepala, flu, nyeri otot, dan sakit tenggorokan. Namun pada kondisi berat dapat terjadi kejang hingga ensefalitis atau radang otak,” ujarnya dikutip dari ANTARA.

Selain gangguan neurologis, pasien juga berpotensi mengalami gangguan pernapasan berat serta penurunan kesadaran. Menurutnya, dua kondisi tersebut menjadi indikator kewaspadaan utama karena dapat berkembang cepat dan mengancam jiwa.

Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi, dengan fatality rate berkisar antara 40 hingga 75 persen. Hingga kini, belum tersedia obat antivirus spesifik maupun vaksin untuk mencegah infeksi. Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan PCR di fasilitas laboratorium yang memenuhi standar.

Meski demikian, hingga Februari 2026, Indonesia belum menemukan kasus penularan virus Nipah pada manusia.

Sebelumnya, kasus infeksi Nipah dilaporkan terjadi di India serta sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara pada tahun lalu.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah Indonesia memperketat pengawasan pintu masuk internasional, termasuk skrining kesehatan terhadap pelaku perjalanan dari negara terdampak.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan sederhana, seperti tidak mengonsumsi air nira langsung dari pohon, mencuci serta mengupas buah sebelum dikonsumsi, membuang buah yang rusak atau bekas gigitan hewan, serta memastikan daging ternak dimasak hingga matang.

Pemerintah menegaskan kewaspadaan dini menjadi kunci mencegah masuk dan menyebarnya virus Nipah di dalam negeri.(Red).

READ  Kementerian PU Sosialisasikan PHBS di Sekolah Rakyat 6 Handayani Jakarta Timur

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakAustralia Notifikasi Dua Kasus Campak dari Indonesia, Kemenkes Perketat Surveilans
Artikulli tjetërDPR Dorong Agrinas Gunakan Produk Otomotif Nasional untuk Program Koperasi Desa