Publikbicara.com – Janur kuning merupakan elemen khas dalam budaya Indonesia yang sering digunakan dalam berbagai upacara adat, terutama dalam pernikahan dan prosesi keagamaan.
Janur kuning tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam dalam kehidupan masyarakat Nusantara.

Apa Itu Janur Kuning?
Janur kuning adalah daun kelapa muda yang masih segar dan berwarna kuning kehijauan.
Kata janur berasal dari bahasa Jawa, yang diyakini sebagai singkatan dari sejatining nur, yang berarti “cahaya sejati.” Warna kuning pada janur melambangkan kebahagiaan, kesucian, dan harapan baik.
Makna Simbolis Janur Kuning
1. Simbol Keberkahan dan Kesucian
Dalam budaya Jawa dan Bali, janur kuning sering dikaitkan dengan kesucian dan restu dari para leluhur.
2. Tanda Perayaan dan Kebahagiaan
Janur kuning kerap digunakan dalam dekorasi pernikahan sebagai penanda bahwa sedang berlangsung acara sakral yang membawa kebahagiaan.
3. Perlindungan dan Keselamatan
Beberapa kepercayaan meyakini bahwa janur memiliki kekuatan magis untuk menangkal energi negatif.
Penggunaan Janur Kuning dalam Tradisi
1. Dalam Upacara Pernikahan
Janur kuning sering dijadikan gapura atau hiasan di pintu masuk lokasi pernikahan, menandakan adanya prosesi sakral yang sedang berlangsung.

Dalam budaya Jawa, janur juga digunakan dalam kembar mayang, yaitu hiasan berbentuk pohon yang melambangkan doa bagi pasangan pengantin agar langgeng dan sejahtera.
2. Dalam Upacara Keagamaan
Di Bali, janur digunakan dalam penjor, yaitu tiang bambu berhiaskan janur yang menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan dalam perayaan Galungan dan Kuningan.
Dalam Islam, janur kuning juga sering digunakan dalam tradisi selametan atau syukuran.
3. Dalam Tradisi Masyarakat Umum
Janur kuning kerap terlihat dalam acara khitanan, tasyakuran, dan perayaan lainnya.
Beberapa daerah menggunakannya dalam ritual tolak bala sebagai simbol perlindungan.
Kesimpulan: Janur kuning lebih dari sekadar hiasan; ia merupakan simbol harapan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Kehadirannya dalam berbagai upacara adat dan keagamaan menunjukkan betapa dalamnya makna budaya yang terkandung di dalamnya.
Meski zaman terus berubah, tradisi menggunakan janur kuning tetap lestari sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara yang kaya akan nilai dan filosofi.***
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













