Beranda Daerah RSUD Bakti Pajajaran Perkuat Layanan Stroke Berteknologi Biplane, Warga Bogor Tak Perlu...

RSUD Bakti Pajajaran Perkuat Layanan Stroke Berteknologi Biplane, Warga Bogor Tak Perlu Selalu Dirujuk ke Jakarta

Publikbicara.com – Upaya memperluas akses layanan kesehatan berteknologi tinggi bagi masyarakat Kabupaten Bogor terus dilakukan RSUD Bakti Pajajaran. Salah satunya melalui pemanfaatan Digital Subtraction Angiography (DSA) yang didukung fasilitas Cath Lab Biplane untuk membantu pemeriksaan dan penanganan gangguan pembuluh darah, khususnya di otak.

Penguatan fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan neurologi sekaligus mengurangi ketergantungan pasien terhadap rumah sakit di Jakarta, sesuai kebutuhan dan indikasi medis masing-masing pasien.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Bakti Pajajaran, dr. Ajeng Normala, menjelaskan pengembangan layanan unggulan rumah sakit dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan kesehatan masyarakat, termasuk pola sepuluh penyakit tertinggi yang ditangani.

Hal itu disampaikan Ajeng dalam Podcast Sora Bogor yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Selasa (13/10).

Menurut Ajeng, penyakit saraf atau neurologi, penyakit dalam seperti diabetes melitus dan hipertensi, serta tuberkulosis masih menjadi perhatian dalam pengembangan pelayanan rumah sakit.

Penguatan layanan kanker, jantung, dan neurologi juga mendapat dukungan Kementerian Kesehatan melalui program KJSU-KIA.

“Alhamdulillah, dengan dukungan Kementerian Kesehatan melalui program KJSU-KIA, layanan kanker, jantung, dan neurologi mendapatkan penguatan. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Bogor yang benar-benar membutuhkan,” ujar Ajeng.

Ia menjelaskan, DSA merupakan teknologi pencitraan pembuluh darah yang membantu dokter mengidentifikasi penyempitan, sumbatan, maupun gangguan aliran darah. Informasi dari pemeriksaan tersebut menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi klinis pasien.

Dalam kasus gangguan pembuluh darah otak, kecepatan penanganan menjadi faktor penting. Pada kondisi tertentu, terutama stroke akibat sumbatan pembuluh darah, waktu dapat memengaruhi pilihan terapi dan peluang pemulihan pasien.

Karena itu, ketersediaan fasilitas penunjang dan tenaga medis yang kompeten menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pelayanan bagi masyarakat.

READ  Pemkab Bogor Perkuat Peran Penyuluh, Regenerasi Jadi Fokus Pembangunan Pertanian

“Kasihan masyarakat Kabupaten Bogor jika harus pindah-pindah rumah sakit karena tidak mendapatkan pelayanan. Dengan adanya fasilitas dan kompetensi dokter yang kami miliki, kami berupaya memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan dan indikasi medis pasien,” katanya.

Selain teknologi, Ajeng menekankan pentingnya kolaborasi lintas spesialis dalam menangani pasien. Dukungan Cath Lab Biplane memungkinkan pemeriksaan dan tindakan tertentu ditunjang teknologi pencitraan, sementara keputusan medis tetap ditentukan berdasarkan evaluasi klinis dan pertimbangan tim dokter.

RSUD Bakti Pajajaran juga mengembangkan layanan jantung dan penyakit dalam, termasuk peningkatan kompetensi dokter spesialis untuk pelayanan ginjal. Pengembangan dilakukan secara bertahap melalui penguatan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta kemampuan pelayanan rumah sakit.

Di luar penanganan pasien, rumah sakit turut mendorong masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap faktor risiko penyakit jantung dan stroke. Hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi dapat berkembang tanpa gejala yang jelas selama bertahun-tahun sebelum menimbulkan komplikasi serius.

Ajeng mengingatkan, merasa sehat tidak selalu berarti seseorang terbebas dari faktor risiko penyakit. Pemeriksaan kesehatan secara berkala diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh sekaligus membantu menentukan langkah pencegahan sejak dini.

“Sering kali masyarakat merasa sehat, padahal tekanan darah sudah tinggi atau kadar gula darahnya juga tinggi. Proses tersebut bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa disadari hingga akhirnya berdampak pada pembuluh darah jantung maupun otak. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan atau medical check-up sangat penting, terutama bagi masyarakat yang berusia di atas 40 tahun,” tuturnya.

RSUD Bakti Pajajaran menyediakan layanan medical check-up untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal. Hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar bagi tenaga medis untuk menyarankan pemantauan, perubahan gaya hidup, atau penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhan.

READ  Pemkab Bogor Gaungkan Idul Adha Tanpa Plastik, Warga Diminta Gunakan Wadah Ramah Lingkungan

Ajeng berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan fasilitas rumah sakit ketika penyakit sudah berkembang, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat melalui olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi, serta pemeriksaan kesehatan berkala.

Penguatan teknologi medis dan kompetensi tenaga kesehatan, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit.

Dengan langkah tersebut, RSUD Bakti Pajajaran berupaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi warga Kabupaten Bogor, khususnya untuk penyakit yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan secara tepat serta terintegrasi.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakAntam Pongkor Perkuat Sinergi dengan Jurnalis Bogor Barat Lewat Mini Soccer
Artikulli tjetërHasrat Membangkit : dari Barat For FI Pemuda Kabupaten Bogor Lebih Istimewa dan Gemilang.