Polres Sukabumi ungkap motif pria berinisial O yang videonya viral setelah memaki hingga meludahi petugas loket parkir RSUD Palabuhanratu. Foto:Tribratanews.
Publikbicara.com – Polisi mengungkap motif pria berinisial O yang videonya viral setelah memaki hingga meludahi petugas loket parkir RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Keributan yang terjadi pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB itu ternyata tidak berkaitan dengan persoalan parkir di lingkungan RSUD Palabuhanratu. O datang ke lokasi untuk mencari seseorang bernama Abor guna menanyakan kelanjutan persoalan pengelolaan parkir di Pasar Palabuhanratu yang tengah berpolemik.
Kanit Tipidum Jatanras Satreskrim Polres Sukabumi, Ipda Majelis Pakpahan, mengatakan penyidik telah mendatangi keluarga O sebelum yang bersangkutan datang secara kooperatif ke Mapolres Sukabumi pada Senin (5/10/2026).
Menurut Majelis, O memiliki jabatan struktural di perusahaan yang berkaitan dengan pengelolaan parkir Pasar Palabuhanratu. Namun, kepada penyidik O mengaku jabatan tersebut hanya sebatas nama.
“Motifnya menanyakan terkait parkir yang di pasar kelanjutannya mau bagaimana, dia mau ketemu Abor. Di struktur PT-nya dia sebagai direktur, cuma pengakuannya hanya nama saja,” kata Majelis seperti dikutip dari Tribratanews.
O kemudian mendatangi loket parkir RSUD Palabuhanratu untuk mencari Abor. Namun, orang yang ditemuinya justru petugas loket berinisial AG yang diketahui merupakan pekerja baru.
AG tidak mengetahui persoalan pengelolaan parkir Pasar Palabuhanratu sehingga tidak dapat memberikan informasi yang dibutuhkan O. Percakapan keduanya pun berubah menjadi adu mulut.
Majelis mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, O mengaku tersulut emosi setelah mendengar ucapan dari petugas loket tersebut.
“Terbawa emosi karena perkataan, jadi si petugas loket itu ada kata kasar (sia). Karena terbalut emosi, akhirnya terjadilah tindakan tersebut,” ujarnya.
Aksi O yang mengenakan pakaian berwarna oranye itu terekam kamera dan kemudian beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, O terlihat mendatangi loket parkir dengan nada tinggi dan meminta petugas menghubungi seseorang bernama Abor.
Ketegangan meningkat meski petugas berupaya memberikan penjelasan. O kemudian meludahi wajah AG sebelum sejumlah orang di sekitar lokasi berusaha melerai keduanya.
Setelah menjalani pemeriksaan, O mengakui perbuatannya. Ia juga menyampaikan penyesalan dan menyatakan bersedia meminta maaf secara langsung kepada AG.
Polres Sukabumi masih menunggu korban datang ke Mapolres untuk menentukan langkah hukum berikutnya.
“Pelaku belum kita pulangkan, masih menunggu korban datang ke Polres. Dia mengaku menyesali perbuatannya dan mau memohon maaf ke korban. Nanti kita lihat apakah ada ruang penyelesaian secara rukun atau seperti apa,” kata Majelis.
Sementara itu, pihak operasional pengelola parkir PT Karya Kencana Solutindo (KKS) Palabuhanratu, Abor, sebelumnya membenarkan adanya kejadian tersebut.
Menurut Abor, O datang bersama seorang lainnya menggunakan sepeda motor dan menanyakan keberadaannya kepada petugas kasir parkir RSUD.
“Ada satu motor datang ke rumah sakit, berdua mengaku dari parkir pasar. Dia menanyakan saya ke kasir parkir dan menyuruh anak buah saya menelepon. Petugas kami kan orang baru, tidak tahu apa-apa dan tidak pegang data, akhirnya dia marah-marah,” kata Abor.
Abor menilai tindakan tersebut merupakan salah sasaran karena petugas parkir RSUD tidak memiliki hubungan dengan persoalan pengelolaan parkir Pasar Palabuhanratu.
“Ini salah kaprah. Pekerja di rumah sakit tidak ada urusannya dengan masalah pasar. Kemarin kami memang hadir bersama pengacara atas perintah komisaris KKS untuk meminta ketegasan ke Disdagin, tapi tidak ada kaitannya dengan petugas pos di sini. Kami merasa diteror dengan tindakan ini,” ungkapnya.
Kini, penyidik Polres Sukabumi masih menunggu keterangan korban sebelum menentukan apakah perkara tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan atau dilanjutkan melalui proses hukum.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













