Beranda Daerah Rakit Roket dari Botol Plastik, Siswa SMAN 1 Banjaran Makin Tertarik Dalami...

Rakit Roket dari Botol Plastik, Siswa SMAN 1 Banjaran Makin Tertarik Dalami Aerospace

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan teknologi penerbangan dan antariksa kepada generasi muda melalui Aerospace Talent School. Foto: Humas BRIN.

Publikbicara.com – Ketertarikan terhadap dunia luar angkasa yang selama ini dikembangkan melalui eksperimen sederhana membawa Rezky Aditya Rahman mengikuti Aerospace Talent School. Siswa SMAN 1 Banjaran itu kini mendapat kesempatan memperluas pengetahuannya langsung dari para periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Rezky mengaku dunia luar angkasa dan astronomi menjadi salah satu alasan dirinya mengikuti program tersebut. Sebelum memperoleh pengalaman belajar bersama periset, ia bahkan sudah mencoba melakukan eksperimen secara mandiri.

“Saya terkadang melakukan eksperimen sederhana, merancang roket dari botol plastik. Melalui kegiatan ini, banyak ilmu dan wawasan baru terkait aerospace yang diperoleh dari para periset di BRIN,” kata Rezky dikutip dari laman resmi BRIN.

Menurut dia, pengalaman mengikuti Aerospace Talent School semakin membuka pandangannya mengenai bidang kedirgantaraan. Pengetahuan yang diperoleh secara langsung juga membuat keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di bidang tersebut semakin kuat.

Rezky berharap kelak dapat berkarier sebagai pakar maupun teknisi aerospace, baik dalam bidang penerbangan maupun astronomi.

Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair). Pesertanya merupakan siswa yang telah melalui proses seleksi dari sekitar 400 pendaftar.

Widyaiswara Ahli Muda Direktorat Pengembangan Kompetensi BRIN, Nurdiansah Dwi Sasongko, mengatakan peserta yang lolos berasal dari lima provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mereka berasal dari sekolah negeri maupun swasta bertaraf nasional dan internasional.

“Peserta IRIFair terpilih dari sekitar 400 pendaftar yang terseleksi dari lima provinsi, antara lain Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta bertaraf nasional dan internasional,” ujar Sasongko.

READ  Starbucks Foundation dan Planet Water Foundation Bangun Akses Air Bersih di Dua Sekolah

Dalam Aerospace Talent School, para siswa tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas. Mereka diperkenalkan dengan berbagai aspek teknologi antariksa dan penerbangan melalui pembelajaran serta praktik langsung.

Materi yang diberikan antara lain mengenai prakiraan cuaca, pengamatan Matahari, hingga pengamatan benda-benda langit. Para peserta juga mendapat kesempatan berinteraksi dan belajar bersama periset BRIN.

Tak hanya itu, siswa dijadwalkan mengikuti praktik menerbangkan drone di Laboratorium Penerbangan Rumpin.

“Kita akan belajar bagaimana memperkirakan cuaca, pengamatan matahari bersama periset dari BRIN, dan kita juga akan belajar langsung bersama astronot dari Rusia. Selain itu kita akan praktik menerbangkan drone di laboratorium penerbangan Rumpin,” ungkap Sasongko.

Menurut Sasongko, pengalaman belajar secara langsung tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan selama program berlangsung. BRIN ingin pengalaman tersebut menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia riset dan inovasi.

Ia berharap Aerospace Talent School mampu meningkatkan ketertarikan siswa terhadap bidang antariksa sekaligus menjadi salah satu upaya menemukan dan mengembangkan talenta muda di bidang riset dan inovasi, khususnya kedirgantaraan.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakNPCI Kabupaten Bogor Pacu Persiapan, Para Tenis Meja dan Catur Incar Medali Emas
Artikulli tjetërEnam Pemain Persija Gabung Timnas Indonesia