Beranda Daerah BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG yang Belum Daftar SLHS

BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG yang Belum Daftar SLHS

Kepala BGN Sudaryono. Dok.Foto: Biro Hukum dan Humas BGN.

Publikbicara.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas terhadap ribuan dapur yang menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diputuskan ditutup sementara karena belum melakukan pendaftaran Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pemenuhan standar higiene dan sanitasi merupakan persyaratan wajib bagi setiap dapur yang menyelenggarakan program MBG.

“Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS, sertifikasi laik higiene, dan sanitasi menjadi satu syarat mutlak dalam penyelenggaraan dapur yang menyelenggarakan Makan Bergizi Gratis,” ujar Sudaryono dikutip dari laman resmi BGN, Sabtu (12/9).

Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah BGN melakukan penyisiran dan verifikasi terhadap puluhan ribu dapur SPPG di berbagai wilayah Indonesia.

Dari jumlah awal sebanyak 27.485 dapur, BGN melakukan penyisiran hingga menetapkan sementara 27.022 dapur. Berdasarkan pembaruan data hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan per 7 September pukul 17.00 WIB, terdapat 1.999 dapur yang diketahui belum melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing.

Sudaryono menegaskan, persoalan tersebut bukan berkaitan dengan dapur yang sudah mengajukan pendaftaran namun belum memenuhi persyaratan. Ribuan dapur tersebut disebut belum melakukan pendaftaran SLHS sama sekali.

“Dapur-dapur sebanyak 1.999 ini tidak melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing. Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak melakukan pendaftaran sama sekali,” tegasnya.

Setelah melalui tahapan konfirmasi dan evaluasi, BGN kemudian memutuskan menghentikan sementara operasional 1.999 dapur tersebut. Penutupan dilakukan untuk memberikan ruang bagi proses investigasi lebih lanjut terkait kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan.

Berdasarkan pembagian wilayah, sebanyak 351 dapur SPPG yang ditutup sementara berada di Wilayah 1. Kemudian 1.417 dapur berada di Wilayah 2 dan 231 dapur lainnya berada di Wilayah 3.

READ  Perkuat Ketahanan Nasional, Menko AHY Tekankan Urgensi Manajemen Risiko dalam Pembangunan Infrastruktur

“Pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG ini saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi,” kata Sudaryono.

BGN menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program MBG memenuhi standar keamanan pangan, higiene, sanitasi, serta kualitas gizi bagi seluruh penerima manfaat.

Penutupan sementara juga menjadi bentuk penegasan bahwa pemenuhan persyaratan sanitasi tidak dapat diabaikan dalam pelaksanaan program MBG.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakMotor Warga Cigudeg Dicuri, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Artikulli tjetërTiba di New Delhi, Presiden Prabowo Siap Hadiri KTT BRICS ke-18