Publikbicara.com – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bogor mendorong penguatan demokrasi hingga ke tingkat desa. Hal itu disampaikan saat jajaran Alumni GMNI Bogor menggelar audiensi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bogor, Rabu (9/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Alumni GMNI Bogor menyoroti pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dinilai memiliki peran penting terhadap arah kepemimpinan dan pembangunan desa dalam beberapa tahun ke depan.
Ketua Alumni GMNI Kabupaten Bogor, Bung Tenjo, mengatakan demokrasi tidak hanya harus dijaga dalam momentum pemilu nasional, tetapi juga sejak tingkat paling bawah, yakni desa.
“Momentum Pilkades serentak menentukan kepemimpinan dan pembangunan delapan tahun ke depan. Demokrasi bersih, jujur, dan adil harus dijaga sejak akar rumput,” kata Bung Tenjo.
Menurutnya, proses demokrasi di desa perlu mendapatkan perhatian agar pelaksanaan Pilkades berlangsung sesuai prinsip keadilan, transparansi dan integritas.
Karena itu, Alumni GMNI Bogor mendorong Bawaslu Kabupaten Bogor memberikan pandangan hukum atau legal opinion kepada pihak-pihak terkait mengenai aspek demokrasi dan pengawasan dalam pelaksanaan Pilkades.
Audiensi tersebut dipimpin Bung Tenjo bersama jajaran pengurus, di antaranya Sekretaris Alumni GMNI Bogor Ridwan Prayoga dan Bendahara Ismoyo Januar.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Ridwan Aripin menyambut baik masukan yang disampaikan Alumni GMNI. Ia mengakui demokrasi di tingkat desa merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi masyarakat.
“Kami sepakat demokrasi di level Pilkades adalah demokrasi nyata yang harus dijaga. Namun, sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017, kewenangan kami terbatas pada Pemilu,” ujar Ridwan.
Dalam pertemuan itu, Ridwan didampingi Komisioner Bawaslu Kabupaten Bogor Bung Halimi dan H. Burhanudin.
Meski terdapat batas kewenangan berdasarkan regulasi, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara Alumni GMNI dan Bawaslu terkait upaya menjaga kualitas demokrasi di tingkat masyarakat.
Alumni GMNI Bogor pun menyatakan siap membangun sinergi dengan Bawaslu untuk mendorong demokrasi yang bersih, jujur dan adil, termasuk dalam kehidupan demokrasi di tingkat desa.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












