Publikbicara.com – National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor mulai mematangkan persiapan atlet penyandang disabilitas untuk menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII 2026.
Persiapan tersebut diperkuat melalui program Pemusatan Latihan Cabang (Pelatcab) yang berlangsung selama sekitar 80 hari, mulai 3 September hingga 21 November.
Ketua Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor, Iji Hataji, mengatakan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, khususnya Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran, menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembinaan atlet.
“Alhamdulillah, dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor, terutama dari Bapak Bupati beserta jajarannya, sangat baik. Saya juga sangat bangga dengan dukungan dari Bapak Bupati,” ujar Iji.
Menurutnya, Pelatcab tidak sekadar difokuskan pada rutinitas latihan. NPCI juga menerapkan sistem pengukuran kemampuan atlet melalui baseline sebagai acuan untuk mengetahui kondisi awal sebelum menjalani program latihan.
Dengan metode tersebut, perkembangan atlet setelah mengikuti Pelatcab dapat dievaluasi secara lebih terukur, termasuk melihat peningkatan kemampuan dan capaian prestasi masing-masing atlet.
“Untuk Pelatcab ini, kami ingin ada baseline dari para atlet. Baseline ini penting untuk mengukur bagaimana kondisi atlet sebelum dan setelah Pelatcab, sehingga kami bisa melihat peningkatan prestasinya,” jelas Iji.
Program latihan digelar di sejumlah lokasi. Cabang olahraga renang menjalani latihan di Fisik Balai, atletik dipusatkan di Pakansari, sedangkan bulu tangkis dilaksanakan di GOR belakang Kodim.
Sementara itu, atlet cabang olahraga judo dan bowling menjalani latihan di Cibiru, Bandung.
Selain mengejar peningkatan prestasi, NPCI Kabupaten Bogor juga mendorong penguatan fasilitas olahraga bagi atlet penyandang disabilitas. Iji berharap Pemkab Bogor memberikan ruang yang lebih besar bagi NPCI maupun Sentra Olahraga Disabilitas (SOD) untuk berkembang.
“Harapan kami kepada pimpinan daerah, khususnya Bapak Bupati, ke depan baik NPCI maupun SOD dapat diberikan ruang untuk terus berkembang, terutama dari sisi fasilitas,” katanya.
Pembinaan tersebut dinilai mulai menunjukkan hasil. Sejumlah atlet binaan SOD Kabupaten Bogor telah mampu menorehkan prestasi hingga tingkat nasional, di antaranya dari cabang olahraga tenis meja dan atletik.
Semangat serupa juga ditunjukkan Rian, atlet boccia NPCI Kabupaten Bogor asal Sentul. Ia mengatakan para atlet terus menjaga kekompakan sekaligus meningkatkan intensitas latihan sebagai persiapan menghadapi kompetisi.
“Kami berusaha memberikan yang terbaik di tahun ini. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat Kabupaten Bogor untuk kami semua. Mudah-mudahan kami bisa mendapatkan prestasi terbaik dan mampu memberikan hasil yang membanggakan bagi Kabupaten Bogor,” ujar Rian.
Menurut Rian, dukungan fasilitas turut membantu atlet dalam menjalani program latihan. Para atlet dapat memanfaatkan fasilitas gym serta berbagai peralatan olahraga secara gratis.
Bagi Rian, kondisi disabilitas bukan alasan untuk berhenti mengembangkan kemampuan. Justru, keterbatasan menjadi motivasi untuk membuktikan bahwa atlet penyandang disabilitas juga mampu berprestasi.
“Intinya, keterbatasan bukanlah suatu hambatan bagi kami, tetapi justru menjadi salah satu penyemangat untuk meraih prestasi terbaik,” ujarnya.
Ia juga mengajak para penyandang disabilitas untuk tidak minder dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Menurutnya, setiap orang memiliki kelebihan yang dapat diasah di berbagai bidang.
“Jangan pernah merasa malu atas kekurangan yang diberikan Allah. Di balik kekurangan yang kita miliki, pasti ada kelebihan yang diberikan kepada kita, entah itu di bidang apa pun,” tuturnya.
Dengan program latihan yang lebih terukur dan dukungan pemerintah daerah, NPCI Kabupaten Bogor menargetkan kontingennya mampu bersaing untuk merebut gelar juara umum pada Peparda VII 2026.
Pembinaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga inklusif di Kabupaten Bogor, sehingga atlet penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang semakin luas untuk berkembang dan mengukir prestasi bagi daerah.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












