Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat menjenguk korban di RS PMI Bogor. Foto: Pemkot Bogor.
Publikbicara.com – Sebanyak 56 anak terdampak kebakaran yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falakiyah Pagentongan, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara maksimal.
Dari puluhan anak yang terdampak, sebanyak 31 anak menjalani perawatan di Rumah Sakit PMI Bogor. Lima di antaranya mengalami luka bakar pada bagian jari.
Sementara korban lainnya mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Rumah Sakit Hermina, RS UMMI, RSUD Kota Bogor, serta beberapa puskesmas.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, mayoritas anak mengalami sesak napas setelah menghirup asap saat berupaya memadamkan api ketika kebakaran berlangsung.
“Total ada 56 anak yang terdampak kebakaran. Mereka pada saat terjadi kebakaran berusaha memadamkan api. Karena yang terbakar itu kasur busa dan berbahan spons, jadi memang sebagian besar mereka terkena sesak napas,” kata Dedie saat menjenguk korban di RS PMI Bogor, seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Bogor, Sabtu (5/9).
Menurut Dedie, kondisi para korban saat ini menjadi perhatian utama pemerintah. Penanganan medis dilakukan untuk memulihkan gangguan pernapasan yang dialami anak-anak akibat terlalu lama terpapar asap kebakaran.
Pemkot Bogor juga memastikan persoalan biaya pengobatan tidak menjadi kendala bagi para korban. Anak yang pengobatannya tidak ditanggung BPJS Kesehatan akan mendapatkan pembiayaan dari Pemkot Bogor.
“Secara keseluruhan anak-anak ini sedang dicoba dipulihkan, terutama sesak napasnya, karena terlalu lama menghirup asap. Untuk korban yang tidak ditanggung oleh BPJS, akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Bogor,” ujar Dedie.
Ia menegaskan, pemerintah memprioritaskan pemulihan seluruh anak yang terdampak kebakaran. Pemkot Bogor memastikan korban mendapatkan layanan kesehatan hingga kondisinya dinyatakan membaik.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh anak mendapatkan penanganan dan pemulihan dengan baik,” kata Dedie.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












