Beranda Internasional Dejan/Apri Tembus Final Polytron Pontianak International Challenge 2026

Dejan/Apri Tembus Final Polytron Pontianak International Challenge 2026

Ganda Campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu lolos kerja partai final Polytron Pontianak International Challenge 2026. Foto: PBSI.

Publikbicara.com – Pasangan Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu memastikan tiket ke final Polytron Pontianak International Challenge 2026 setelah melewati pertandingan sengit kontra wakil Chinese Taipei, Bo-Yuan Chen/Yan Fei Chen.

Dejan/Apri harus kehilangan gim pertama dengan skor 11-21. Namun, pasangan Indonesia tersebut mampu mengubah permainan dan bangkit pada dua gim berikutnya dengan kemenangan 21-10, 21-10.

Dejan Ferdinansyah mengatakan, kondisi lapangan dan shuttlecock pada gim pertama membuat mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Terlebih, lawan memiliki pola serangan yang kuat sehingga pasangan Indonesia sempat kesulitan mengembangkan permainan.

“Di game pertama kondisi lapangan ada perbedaan, kondisi bola tadi agak berat jadi butuh adaptasi dulu. Serangan mereka cukup kuat, jadi kami mengalami sedikit kesulitan di awal,” ujar Dejan dikutip dari laman resmi PBSI, Minggu (30/8).

Memasuki gim kedua, Dejan/Apri mulai menemukan pola permainan yang lebih efektif. Keduanya lebih siap mengantisipasi serangan lawan dan mampu menjaga keunggulan hingga memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Menurut Dejan, arahan pelatih untuk menghindari permainan lob panjang menjadi salah satu kunci perubahan permainan mereka.

“Pelatih memberikan arahan untuk bermain no lob panjang dan akhirnya membuahkan hasil,” katanya.

Dejan menilai keberhasilan melewati pertandingan kali ini juga tidak lepas dari kemampuan mereka beradaptasi dengan karakter lawan. Setelah dalam beberapa pertandingan sebelumnya kerap menghadapi sesama pemain Indonesia, kali ini mereka berhadapan dengan pasangan dari negara lain yang memiliki pola permainan berbeda.

“Dari kemarin kami sering bertemu teman sendiri, hari ini ketemu beda negara, dengan pola berbeda membuat kami agak kaget,” ucapnya.

READ  Peserta Pemagangan Nasional Dapat Empat Jenis Pelindungan dari Pemerintah

Sementara itu, Apriyani Rahayu mengungkapkan bahwa lambatnya shuttlecock turut memengaruhi permainan mereka pada gim pembuka. Kondisi tersebut membuat dirinya dan Dejan belum mendapatkan feeling permainan secara optimal.

“Kami merasa shuttlecock-nya agak lambat, jadi di game pertama belum dapat feeling-nya. Akhirnya game kedua kami coba ubah pola main sesuai instruksi pelatih dan komunikasi dengan baik,” kata Apriyani.

Setelah memastikan kemenangan, Apriyani mengatakan fokus mereka selanjutnya adalah memulihkan kondisi sebelum menghadapi pertandingan final.

“Kami akan recovery, makan dan istirahat dengan baik, juga jaga pikiran,” ujarnya.

Selain mengapresiasi perjuangan di lapangan, Dejan juga memberikan pujian terhadap atmosfer pertandingan di Pontianak. Menurutnya, dukungan penonton dan masyarakat setempat memberikan energi tambahan bagi para atlet Indonesia.

Ia bahkan menilai penyelenggaraan Polytron Pontianak International Challenge 2026 berlangsung dengan sangat baik.

“Saya rasa sekelas International Challenge ini penyelenggaraannya mewah dibandingkan dengan negara lain. Penonton dan warga Pontianak memberikan dukungan luar biasa untuk atlet-atlet Indonesia,” tutur Dejan.

Dejan/Apri kini tinggal selangkah lagi untuk meraih gelar juara. Keduanya akan menjalani partai final dengan membawa modal positif berupa kemenangan setelah bangkit dari ketertinggalan pada semifinal.

Apriyani juga menyampaikan pesan kepada para atlet muda di Pontianak dan seluruh Indonesia agar tidak berhenti berlatih dan terus mengembangkan kemampuan.

“Untuk para atlet di Pontianak dan seluruh Indonesia tetap semangat, rajin berlatih. Semoga bisa terus berkembang lebih baik lagi,” pungkasnya.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakRichie Duta Richardo Tembus Semifinal Pontianak International Challenge 2026
Artikulli tjetërLebih dari 100 Kebakaran Lahan Terjadi, Damkar Bogor Perkuat Kesiapsiagaan Petugas