Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Kementerian Keuangan China, PBOC, AIIB, dan investor untuk memperluas pembiayaan serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. Dok: Kemenkeu.
Publikbicara.com – Pemerintah Indonesia memperoleh dukungan kuat dari otoritas dan pelaku pasar keuangan China terkait rencana penerbitan perdana Panda Bond. Dukungan tersebut diperoleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Beijing.
Dalam kunjungan tersebut, Menkeu melakukan pertemuan dengan Kementerian Keuangan China, People’s Bank of China (PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta sejumlah investor guna memperluas sumber pembiayaan dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
“Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People’s Bank of China dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat,” ujar Purbaya dikutip dari laman resmi Kemenkeu, Jumat (19/6).
Menurutnya, Pemerintah China dan PBOC menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kelancaran penerbitan Panda Bond Indonesia di pasar domestik China. Bahkan, bank sentral China tersebut siap mempercepat proses perizinan setelah dokumen resmi diajukan.
“Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat,” ujarnya.
Penerbitan Panda Bond menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan pembangunan nasional agar tidak bergantung pada satu mata uang maupun satu pasar tertentu. Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang telah dijalankan Indonesia dan China.
Selain membahas pembiayaan, Menkeu juga memaparkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia kepada para investor. Ia menegaskan berbagai kendala investasi yang menjadi perhatian pelaku usaha terus dibenahi pemerintah sesuai arahan Presiden guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.
“Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah,” kata Purbaya.
Ia menegaskan Indonesia tetap menjalankan prinsip non-blok dalam membangun kerja sama ekonomi internasional. Pemerintah, kata dia, terbuka terhadap investasi dari berbagai negara tanpa terikat kepentingan geopolitik tertentu.
“Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya,” ujarnya.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













