Publikbicara.com – Kepolisian Sektor Jasinga bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jasinga kembali menggelar patroli penyisiran di kawasan hutan yang menjadi lokasi tewasnya seorang bocah berusia 9 tahun akibat serangan anjing pemburu. Hingga patroli ketiga yang dilakukan pada Minggu (14/6/2026), keberadaan sisa anjing pemburu yang diduga masih berkeliaran belum berhasil ditemukan.
Kapolsek Jasinga AKP Agus Hidayat mengatakan, patroli dilakukan untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman sekaligus menindaklanjuti kekhawatiran masyarakat pascakejadian yang menggemparkan tersebut.
“Ini sudah yang ketiga kalinya. Namun sampai saat ini belum ditemukan,” kata Agus Hidayat.
Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian bersama unsur Forkopimcam menyisir sejumlah titik di kawasan hutan dan area yang dinilai berpotensi menjadi tempat persembunyian anjing-anjing pemburu yang lepas.
Menurut Agus, kehadiran aparat di lapangan tidak hanya berfokus pada pencarian, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami memastikan situasi di wilayah sudah aman dan nyaman,” ujarnya.
Patroli intensif dilakukan setelah insiden tragis yang menewaskan seorang anak berusia 9 tahun akibat serangan anjing pemburu. Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan.
Melalui patroli rutin yang melibatkan berbagai unsur pemerintah kecamatan, aparat berharap masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa cemas.
“Harapannya masyarakat bisa merasakan dampak dari patroli Forkopimcam dan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman,” pungkas Agus.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













