Publikbicara.com – Unit Reskrim Polsek Babakan Madang berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana percobaan pencurian dengan pemberatan disertai pengerusakan yang terjadi di wilayah Sentul, Kabupaten Bogor.
Kapolsek Babakan Madang AKP Trias Karso Yuliantoro mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (7/5) di ATM Center Bank Mandiri yang berada di Rumah Sakit EMC Sentul, Jalan MH Thamrin Kavling 57, Desa Citaringgul.
Dalam pengungkapan kasus ini, petugas berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial M (41), warga Kabupaten Tanggamus, Lampung. Pelaku diketahui berprofesi sebagai petani.
“Pelaku diamankan saat berada di dalam ATM Center setelah diduga melakukan aksi percobaan pencurian dengan modus ganjal mesin ATM,” ujar AKP Trias dalam keterangannya.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 41 kartu ATM dari berbagai bank, lima potongan tusuk gigi, serta dua tusuk gigi utuh yang diduga digunakan untuk melancarkan aksinya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku menjalankan aksinya dengan cara mengganjal slot kartu ATM menggunakan potongan tusuk gigi. Modus ini menyebabkan kartu ATM milik nasabah tidak dapat dimasukkan ke dalam mesin.
Saat korban mengalami kesulitan, pelaku kemudian berpura-pura membantu. Dalam situasi tersebut, pelaku meminjam kartu ATM korban dan menukarnya dengan kartu lain yang serupa.
Aksi ini diperkuat dengan keterlibatan pelaku lain berinisial W yang saat ini masih dalam daftar pencarian orang (DPO), yang diduga bertugas mengintip nomor PIN korban.
“Pelaku tidak bekerja sendiri. Ada rekan lainnya yang berperan mengintip PIN korban dan saat ini masih dalam pengejaran,” jelasnya.
Polisi saat ini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain serta jaringan pelaku yang lebih luas.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan dugaan tindak pidana percobaan pencurian dengan pemberatan dan pengerusakan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat bertransaksi di mesin ATM, serta tidak mudah mempercayai orang yang tidak dikenal yang menawarkan bantuan.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













