Beranda Internasional Anwar Ibrahim Ingatkan Ancaman Keamanan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Anwar Ibrahim Ingatkan Ancaman Keamanan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim saat menghadiri Program Madani Rakyat Perak 2026 di Ipoh, Sabtu (4/4). Foto: akun Instagram @anwaribrahim_my.

Publikbicara.com – Pemerintah Malaysia meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dalam negeri menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah yang turut memberi tekanan pada kondisi ekonomi global.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, meminta seluruh aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kemungkinan lonjakan kejahatan dan aktivitas ilegal.

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar saat menghadiri Program Madani Rakyat Perak 2026 di Ipoh, Sabtu (4/4).

Menurutnya, laporan dari pihak kepolisian menunjukkan adanya potensi peningkatan tindak kriminal, terutama dalam situasi ekonomi yang tidak stabil akibat dinamika geopolitik global.

“Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, ada kemungkinan penyelundupan meningkat dan kejahatan bertambah,” ujar Anwar seperti dikutip dari Harianjogja.com.

Ia menegaskan, ancaman keamanan tidak hanya bersumber dari dalam negeri, tetapi juga dapat dipicu oleh faktor eksternal, termasuk dampak konflik internasional yang sedang berlangsung.

Meski demikian, Anwar memastikan bahwa kondisi keamanan di Malaysia saat ini masih dalam keadaan terkendali.

Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan situasi global dan memperkuat langkah antisipatif guna menjaga stabilitas nasional.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta bersama-sama meminimalkan dampak konflik global terhadap kehidupan dalam negeri.(Red).

READ  Lebih dari 500 Jam Offline, Pemadaman Internet Iran Picu Kekhawatiran Global

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakKemenkes Terbitkan SE Kewaspadaan Campak 
Artikulli tjetërTiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Rapat Darurat DK PBB