Beranda Daerah Mobil Siaga Desa Karyasari Diduga Dipakai Pelesiran, Kades: Bawa yang Sakit Sekalian...

Mobil Siaga Desa Karyasari Diduga Dipakai Pelesiran, Kades: Bawa yang Sakit Sekalian Mampir ke Pantai

Bogor, Publikbicara.com – Kepala Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Riyad Supriyadi angkat bicara terkait foto viral mobil siaga desanya yang viral di grup perpesanan diduga dipakai berwisata ke Pantai Carita, Banten beberapa waktu lalu.

“Saat itu mobil siaga dibawa oleh supir membawa orang yang sakit ke wilayah banten sekalian mampir ke Pantai Carita dan itu-pun hanya sebentar saja,” kata Riyad Supriyadi kepada wartawan pada, Senin (09/05/2022).

Riyad Supriyadi menyampaikan, bahwa menurut keterangan dari supir mobil siaga desa tersebut memang kondisi arus lalu-lintas saat itu sedang macet.

Baca Juga :  Mengenal Sejarah Klub Persita Tangerang dan Klub Persebaya Surabaya

“Sehingga supir itu istirahat doang, dan itu-pun tidak lama hanya sekitar 15 menitan lah dan memang tidak sengaja dari sini main atau berwisata ke Pantai Carita tetapi memang membawa orang yang sakit dari desa ke wilayah banten,” katanya

Meski begitu, Riyad Supriyadi mengatakan, bahwa dirinya pun tetap melakukan tindakan dengan memberikan sanksi teguran terhadap sopir mobil siaga desa tersebut.

Baca Juga :  Perjalanan Digital Indonesia: Lonjakan Pengguna Internet, Aplikasi Favorit, dan Dinamika Konsumsi Online

Bahkan, Riyad Supriyadi menyampaikan permohonan maafnya atas ketidaknyamanan atas kejadian tersebut.

“Dan saya juga memohon maaf atas ketidaknyamanan dan mungkin ini kelalaian saya. Berharap kejadian ini yang pertama dan terakhir jangan sampai hal ini terulang kembali dikemudian hari,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Viral dalam grup perpesanan, mobil siaga desa milik Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor diduga saat libur lebaran dipakai untuk berwisata ke Pantai Carita Pasir Putih Banten. (Fex)

Artikulli paraprakKades: Keluarga Korban Sudah Ikhlas
Artikulli tjetërTingkat Pengangguran di RI Berkurang Hingga 350 Ribu Orang