Beranda Daerah Tokoh Masyarakat Desa Bantarkaret Dapat Penghargaan Raksa Rimba

Tokoh Masyarakat Desa Bantarkaret Dapat Penghargaan Raksa Rimba

NANGGUNG – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berikan penghargaan Raksaka Rimba Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) kepada sejumlah tokoh masyarakat di kecamatan Nanggung, termasuk Bupati Bogor Ade Yasin sebagai perannya dalam agro wisata dan kebudayaan masyarakat lokal.

Bentuk apresiasi terhadap tokoh masyarakat di kecamatan Nanggung salahsatu nya diberikan kepada Wily Suhendi, SH yang telah mendapatkan penghargaan sebagai sungai sehat dan kampung ciguha bebas limbah.

“Bebas dari limbah dan sampah, kita berbuat karna menyimak bahwa air itu adalah salah satu sumber kehidupan. Maka kita sebagai manusia yang ada dalam alam ini yang Allah ciptakan itu bagian dari pertanggung jawab kita,” ucap Wily dalam sambutannya pada acara penghargaan Raksaka Rimba Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Selasa (27/10/2020).

Baca Juga :  Bripka Tosza Anggota Sabhara Polsek Parung Bogor Kerap Menolong Warga dan Gagalkan Aksi Gensgter

Wily mengatakan, bahwa alam merupakan salahsatu sumber kehidupan bagi masyarakat yang patut di jaga dan dilestarikan.

“Maka dari itu kita semua harus mendorong dan harus mengajak untuk menjaga lingkungan. Dari mulai Nanggung sampai Tangerang warga bantaran kali cikaniki itu sangat membutuhkan air bersih maka disitulah letaknya bahwa salahsatu bentuk air adalah sumber kehidupan,” ujarnya.

Lehih lanjut, Wily menambahkan, tahapan-tahapan terus dilakukannya dalam menjaga lingkungan yang sehat.

“Langkah tidak akan berhenti, tahapan demi tahapan akan terus di bangun dalam hal sehat ekonomi semua perekonomian harus berjalan, sehat jasmani dan rohani, dalam bentuk pendidikan dan sehat lingkungan. Maka kita harus terus kita jaga bersama sama,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bikin Gaduh, Tujuh Remaja Digiring ke Kantor Desa di Parung Bogor

Sementara, Bupati Bogor Ade Yasin menyampaikan, Ia bakal membuat program bibit yang bakal dibagikan ke petani. Dirinya juga sudah menyampai hal tersebut kepada Kadis agar petani diberikan bibit gratis.

Intinya, kerjasama ini tidak merusak hutan tetapi hutan tetap terjaga dari erosi dan longsor. Selain itu, masyarakat di tengah pademi Covid-19 bisa memiliki penghasilan dari menanam jahe merah.

“Disini masyarakat kan yang kita lihat masyarakat sudah beralih yang tadinya ke Tambang sekarang beralih ke pertanian dan ini langkah yang bagus dan ini kan rata-rata mereka juga usianya sudah mulai lanjut jadi kalau di pertanian saya pikir tidak ada resiko,” tukasnya.

(Fahri/Andri)

Artikulli paraprakSelama Masa Liburan, Polres Bogor Akan Razia Penginapan Di Puncak
Artikulli tjetërRidwan Kamil Sarankan Warganya Berlibur Di Rumah

Tinggalkan Balasan