31.7 C
Bogor
Rabu, 25 November 2020

Usai Seminar di Bogor, Dua Orang Meninggal Tetular Corona

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

Maling Kotak Amal Berkendara Mobil Terekam Kamera CCTV di Parung panjang

PARUNGPANJANG - Aksi pelaku pencurian kotak amal terang-terangan, pelaku yang diduga berkendara mobil terekam kamera CCTV di salah satu...

Mantan Sekdis Mampir Dulu Ke Kantor DPKPP Sebelum Pulang Kerumah

BOGOR - Senin pagi (23/11) terlihat beberapa anggota keluarga dan Kuasa Hukum mantan sekretaris DPKPP, Iryanto yang sudah 9...

Wanhai Perintahkan Anggota Fraksi Golkar Untuk Sidak Rumah Sakit Yang Telantarkan Mayat Dimotor

BOGOR - Adanya video warga di Kabupaten Bogor membawa jenazah dengan menggunanakn kendaran roda dua di Jalan...
- Advertisement -

BOGOR –Jumlah pasien terjangkit Covid-19 yang meninggal dunia di Solo, bertambah menjadi dua orang.

Hal itu diungkap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, seraya menyebut kedua pasien memiliki riwayat mengikuti seminar di Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

“Tadi baru saja dikabari satu pasien meninggal,” kata Ganjar di rumah dinasnya, Semarang, Rabu (18/3/2020).

- Advertisement -

Ganjar mengungkap pasien perempuan berusia 49 itu meninggal di RS Dr Moewardi, Solo. Pasien ini diketahui merupakan rekan pasien positif COVID-19 kasus pertama yang meninggal sebelumnya.

“Sama dengan yang lain, yang meninggal sebelumnya, habis seminar semua di Bogor,” jelasnya.

Terkait hal ini, Ganjar berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk melakukan tracing. Dia berharap para peserta yang pernah mengikuti seminar tersebut bisa memberikan informasi.

- Advertisement -

“Harus tanya ke seminarnya di Bogor, kok banyak yang tertular. Koordinasi Dinas kesehatan Jawa Tengah dan Jawa Barat agar bisa dilakukan tracking cepat,” jelasnya.

Jejak perjalanan dua pasien positif corona itu kali pertama disampaikan dr. Harsini, dokter spesialis penyakit paru-paru RSUD dr. Moewardi Solo, Kamis (12/3/2020).

Mereka menderita batuk dan pilek setelah pulang dari sebuah seminar entrepreneur di Bogor, pada 25-28 Februari 2020. Setelah diobservasi, keduanya dinyatakan positif terjangkit virus corona.

- Advertisement -

Seminggu menjalani perawatan, kondisi keduanya tak kunjung membaik. Bahkan demam tubuhnya mencapai 38 derajat celcius. Di RSUD Moewardi, pasien menjalani perawatan di ruang isolasi sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona.

Pertanyaan pertama yang muncul adalah lokasi seminar. Berdasarkan hasil tracing contact pasien, tempat seminar yang didatangi pasien tersebut berada di Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Soal kabar terbaru ini, Bupati Bogor Ade Yasin belum bisa dihubungi. Namun Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bogor, Kusnadi, mengaku sudah memeriksa 15 karyawan hotel lokasi seminar, akhir pekan kemarin.

“Setelah diperiksa mereka (karyawan hotel) dinyatakan sehat,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Pemkab Bogor, diakuinya kesulitan mendapatkan list nama peserta lantaran penyelenggara seminar merupakan perusahaan swasta. “Kami masih mencari peserta seminar tersebut,” terang dia.

Bupati Bogor, Ade Yasin memperkirakan, korban asal Solo yang mengikuti seminar di Sentul itu terpapar virus Covid-19 di bandara setelah pulang dari acara seminar.

Itu lantaran 15 karyawan yang diperiksa tak mengalami gejala-gejala yang mencirikan Covid-19.

“Kemungkinan ya terpaparnya di bandara atau tempat lain. Karena itu sesuai perhitungan (masa inkubasi) yang dilakukan tim Dinkes,” beber dia.

Aktivis Pemuda Bogor, Prima Gandhi mendesak Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor untuk memberikan informasi terbuka terkait progres pengusutan kasus ini.

Semisal mensterilisasi tempat yang diduga pernah didatangi oleh pasien positif corona tersebut.

Kemudian bagaimana hasil pelacakan peserta seminar yang kemungkinan besar melakukan kontak fisik dengan kedua pasien meninggal.

Hal itu sangat diperlukan untuk menjawab kekhawatiran masyarakat dan optimalisasi upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Bogor.

“Apakah pemerintah kota dan kabupaten sudah menyiapkan sarana prasarana dan tenaga medis (termasuk perlindungan tenaga medis) yang melayani pasien positif covid 19? Ini harus dijamin. Pemerintah wajib memberikan rasa aman bagi warga,” cetus Dosen FEM IPB ini.

Sumber:Radar bogor

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Gerindra DKI Prihatin Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Jakarta - Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap KPK. Penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo tersebut membuat...

Diduga Oknum Pegawai Bank Keliling Mengaku Wartawan Resahkan Warga Cemplang

CIBUNGBULANG - Perbuatan meresahkan warga di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang diduga dilakukan oleh oknum pegawai bank keliling berinisial H, yang mengaku wartawan salah...

FHUI Latih Empat Desa Tentang Hukum

BOGOR - Bekerjasama dengan desa se-Kecamatan Rancabungur, Tim Pengabdi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menggelar pelatihan perencanaan peraturan desa tentang penanggulangan corona virus disease atau...

AS Akan Bantu RI Dalam Pengadaan Vaksin Covid-19

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Amerika Serikat (AS) bersedia membantu Indonesia dalam kerja sama pengadaan vaksin...

Iuran BPJS kesehatan Bakal Disesuaikan Seiring Diberlakukan Kelas Standar Pada 2021

Jakarta - Iuran BPJS Kesehatan akan mengalami penyesuaian seiring dengan kelas standar yang akan diberlakukan pada 2022. Saat ini pemerintah sedang merancang jaminan kesehatan...

Berita Terkait
publikbicara.com