Beranda Daerah Ganguan Jiwa di Ciampea Karena Faktor Ekonomi, Perceraian Hingga Keturunan

Ganguan Jiwa di Ciampea Karena Faktor Ekonomi, Perceraian Hingga Keturunan

Ciampea — Kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kecamatan Cimapea hampir setiap Minggu ditangani. Kebanyakan dari pasien ODGJ di Kecamatan Ciampea selain karena faktor keturunan faktor ekonomi dan perceraian menjadi penyebab warga di Kecamatan Ciampea alami ODGJ.

Hal itu diungkapkan Kasie PKM Kecamatan Ciampea Jerry hampir setiap Minggu IPSM Kecamatan Ciampea selalu membawa pasien ODGJ ke Rumah Sakit Marjuki Mahdi (Bogor). Terkahir warga Desa Cicadas yang dipasung hingga 15 tahun lamanya. Meskipun, Pemeritah Kecamatan Ciampea telah berupaya namun kadang pihak keluarga jadi kendala evakuasi.

Baca Juga :  Revitalisasi Sistem Kesehatan: Perjalanan Menuju Tarif Tunggal BPJS Kesehatan dan Standar Pelayanan yang Ditingkatkan

“Ada aja yang alami seperti itu. Baik itu yang ditemuakn IPSM ada juga laporan dari warga, ada yang mudah dievakuasi dan ada juga yang sulit karena kadang pihak keluarga jadi kendala saat proses evakuasi,”kata Jerry.

Baca Juga :  Babinsa Desa Koleang Dampingi Peninjauan Lokasi Pembangunan Jembatan Rawayan

Jerry meminta agar kepala desa dan warga serta pihak keluarga jika ada keluarga dan kerabat yang alami ODGJ jangan sungkan-sungkan untuk lapor segera agar penanganan ODGJ bisa dilakukan.

“Jangan Sampai salah persepsi pihak kecamatan membiarkan ada orang yang Dipasung padahal kadang pihak keluarga yang kadang menyulitkan,”pungkasnya

(Cep Rendra)

Artikulli paraprakWarga Cihideung Udik Ciampea PDP Corona, Kades dan Puskesmas Masih Belum Tahu
Artikulli tjetërSri Mulyani:Langkah Lockdown Bikin Laju Perekonomian Makin Berat