Beranda Daerah 17 Warga Ciampea Terkena Chikungunya

17 Warga Ciampea Terkena Chikungunya

CIAMPEA – Sebanyak 17 warga Kampung Sinagar RT02/07 Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea menderita penyakit Chikungunya. Bahkan, informasi tersebut langsung direspon oleh Bupati Bogor Ade Yasin.

“Kalau berkunjung ke lokasi yang terkena penyakit Chikungnya pastinya banyak nyamuk. Yang jelas perlu dilakukan kebersihan lingkungan sekitar dan pihak puskesmas harus sigap dalam penangannya,” kata Bupati Bogor Ade Yasin usai meninjau lokasi gempa di Kecamatan Pamijahan, Rabu (11/3/2020).

Ia mengaku, sudah mendapatkan laporan dari Camat Ciampe ada warganya yang terkena gejala penyakit Chikungunya, yakni di Desa Cihideung Udik. Total ada 17 pasien, meski kabar teranyar sudah berangsur- angsur pulih.

“UPT Kesehatan harus banyak koordinasi dengan camat dan kades, ketika ada warga yang sakit bisa cepat ditangani. Disinilah pentingnya koordinasi jangan sampai telat penindakan,” tegasnya

Baca Juga :  Derby Manchester Menjadi Panggung Spektakuler: Man City vs Man United di Final Piala FA 2023/2024!

Lebih lanjut pihaknya menghimbau di musim pancaroba ini warga perlu menjaga kesehatan dan kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) di kecamatan dan desa untuk lebih ditingkatkan lagi.

“Jaga kesehatan dan lingkungan, itu kuncinya agar tidak mudah terkena penyakit, sampai saat ini baru wilayah Ciampea yang ada laporan warga terkena Chikungunya,” kata Ade

Hal senada dikatakan Camat Ciampea Chaerudin Pelani, pihaknya langsung turun ke lapangan dan meninjau warga yang terkena Chikungunya. Karena, sampai saat ini sudah mulai berangsur membaik.

“Saya harap warga mampu meningkatkan kebersihan baik dirumah maupun lingkungannya. Apalagi pancaroba seperti sekarang harus ditingkatkan kekebalan tubuh juga,” harapnya

Baca Juga :  Rudy Susmanto Dorong Kepala Desa Gunakan Dana Samisade 2024 dengan Tepat

Sementara itu, Kepala Desa Cihideung Udik, Denny menuturkan, warga yang diduga terkena penyakit Chikungnya sudah mulai pulih. Namun, sampai saat ini tim kesehatan belum mencari sarang nyamuk tersebut.

“Pihak desa sudah melaporkan hal tersebut langsung ke bupati dan mengintruksikan agar UPT Kesehatan Ciampea segera tanggap jangan sampai menjalar ke warga yang lain,” tuturnya

Denny juga mengungkapkan, meskipun bupati tidak menjenguk pasien yang sakit, minimal sudah ada perhantianya. Bahkan, pihak pemdes terus meningkatkan PHBS dilingkungan sekitar.

“Semoga tidak bertambah lagi jumlah warga yang terkena Chikungunya, saya harap segera ada penindakan lebih cepat responnya dari pihak puskesmas setempat, agar wilayahnya bersih kembali dari penyakit tersebut,” tandasnya.

Sumber:Radar bogor

Artikulli paraprak664 Rumah Rusak, Bupati Akan Kaji Penyebab Sering Gempa di Pamijahan
Artikulli tjetërWarga Pamijahan Sementara Tinggal di Tenda Darurat