27.3 C
Bogor
Jumat, 4 Desember 2020

SAFEnet Kritik Wali Kota Depok Karena Beberkan Data Pribadi Pasien Corona

Berita Populer

Diduga Gara-gara Cas HP, Satu Rumah Terbakar di Leuwiliang

LEUWILIANG - Diduga Karena arus pendek aliran listrik satu rumah di Kampung Parungsinga RT 01/RW 07, Desa Karehkel Kecamatan...

Diduga Dendam Pribadi, Irsad Tewas Dibacok

GUNUNGSINDUR - Diduga dendam pribadi seorang pria Irsad (40) warga Kampung Kreo RT 02, RW 05 Desa Cibadung, Kecamatan...

Picu Kerusakan Alam, Galian C di Rumpin Disegel KLHK

RUMPIN - Satgas Penegak Hukum LHK, Ditjen Penegakan Hukum LKH, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus melakukan penyelidikan terkait...

Diduga Berhentikan Staf Desa Sepihak, Kades Cimulang Digugat

RANCABUNGUR - Pemberhentian perangkat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor diduga melanggar Permandageri Nomor...

Sejumlah Wartawan Datangi UPT III DPKPP, Terkait Penggembokan Pom Bensin Indomobil

CIAMPEA - Dari berbagai media menggerudug Kantor Upt.III DPKPP, yang hendak mempertanyakan kelanjutan penggembokan kembali kepada Pombensin mini Milik...
- Advertisement -

Jakarta – Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) mengkritisi Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad karena membeberkan data pribadi pasien WNI positif virus corona.
Dalam jumpa pers di Balai Kota Depok, Senin (2/3) Idris secara terang-terangan menyebutkan alamat rumah korban. Menurut SAFEnet, apa yang diucapkan Idris tersebut dinilai tidak bijak.

Seharusnya, seperti dikatakan Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto, seharusnya Idris bisa menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Depok mengatasi warganya yang terinfeksi corona.

“Yang dibutuhkan itu kejelasan apa langkah-langkah taktis yang telah dan sedang dilakukan Pemerintah Depok. Bukan dengan menyebar data pasien, seperti nama, pekerjaan pasien, foto, alamat rumah,” ujar Damar dalam pernyataannya, Selasa (3/3/2020).

- Advertisement -

“Itu tidak bijak dan malah memicu stigma bagi pasien serta memberi tekanan bagi pasien,” kata Damar menambahkan.

Dengan menyebarkan data pribadi tersebut, alih-alih korban bisa fokus pada penyembuhan, justru berbanding terbalik.

“Alih-alih bisa fokus pada menyembuhkan dirinya, tekanan, dan stigma akan mengganggu dan menjadikan pasien jadi korban kedua kalinya,” ungkapnya.

- Advertisement -

Terkait identitas warga yang suspect dan positif virus corona ini, Kementerian Kesehatan sebelumnya juga telah mengimbau untuk tak mengeksposnya ke publik.

“Ini yang tolong dipegang, ada rahasia medis yang tidak boleh mengekspos nama pasien. Bahkan di dunia internasional tidak pernah ekspos nama rumah sakit,” kata Sekretaris Ditjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto

Dokter Yuri mencontohkan kasus virus Corona di kapal pesiar Diamond Princess. Pihak Jepang tidak memberi tahu identitas WNI yang positif virus Corona di sana.

- Advertisement -

Sumber : Detik.com

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Asa Penjual Seruling Dimalam Hari

CIBUNGBULANG - Pak Wira (55) nampak lelah tertidur disebuah emperan toko di jalan raya Cibungbulang, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor...

Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Karang Taruna adalah Organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan...

Polsek Ciampea Laksanakan Binrohtal dan Santunan Yatim

CIAMPEA - Kepolisian Sektor Ciampea melaksankan Program Bimbingan rohani dan mental (Binrohtal) dan santunan kepada puluhan anak yatim. Sekaligus melaksankan doa bersama agar pilkades...

Bima Arya Datangi Bank Swasta Yang Dikabarkan Ada Karyawan Positif Corona

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mendatangi kantor salah satu bank swasta di Jalan Ciheulet, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (3/12/2020)...

Tips Atasi Bisnis Makanan Sepi Pembeli Saat Pandemi

JAKARTA - Pandemi virus Corona (COVID-19) mengubah perilaku konsumen sangat drastis. Terutama bagi konsumen di bisnis makanan dan minuman yang kini sudah mengurangi aktivitas...

Berita Terkait
publikbicara.com