35.4 C
Bogor
Rabu, 25 November 2020

Sri Mulyani : Yang Wajib Bayar Cukai Emisi Karbon Adalah Pabrikan dan Importir

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

Maling Kotak Amal Berkendara Mobil Terekam Kamera CCTV di Parung panjang

PARUNGPANJANG - Aksi pelaku pencurian kotak amal terang-terangan, pelaku yang diduga berkendara mobil terekam kamera CCTV di salah satu...

IIPG Kabupaten Bogor dan IIPG Pusat Tebar Sembako di Megamendung

BOGOR - Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kabupaten Bogor dan IIPG Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mengadakan aksi peduli sosial...

Mantan Sekdis Mampir Dulu Ke Kantor DPKPP Sebelum Pulang Kerumah

BOGOR - Senin pagi (23/11) terlihat beberapa anggota keluarga dan Kuasa Hukum mantan sekretaris DPKPP, Iryanto yang sudah 9...
- Advertisement -

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani melempar wacana cukai atas emisi kendaraan bermotor kepada Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Berapa besarnya?

Usulan tersebut disampaikan Sri Mulyani pekan lalu. Dia menjelaskan, yang wajib membayar cukai emisi karbon adalah pabrikan dan importir. Adapun pembayaran dilakukan secara berkala setiap bulan. Pembayarannya saat produk keluar dari pabrik atau pelabuhan untuk diekspor.

Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menyambut wacana tersebut dan menawarkan nilai cukai kendaraan bermotor.

- Advertisement -

Sebelum menetapkan besaran cukai itu, KPBB menetapkan standar emisi di angka 118 gram CO2 per kilometer. Setiap kendaraan yang melebihi standar tersebut akan terkena cukai tergantung berapa banyak lebihnya.

“Setiap kendaraan yang memiliki karbon lebih tinggi dari yang ditetapkan harus membayar cukai sesuai tarif,” jelas Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin saat ditemui di Sarinah, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, setiap satu gram/km karbon yang dihasilkan harus membayar sebanyak Rp 2.250.000. Tarif tersebut didapat KPBB dari riset beberapa negara.

- Advertisement -

“Satu gram karbon ada nilainya. Dari informasi riset di berbagai negara sekitar Rp 2.250.000 per gram. Jadi kalau mobil menghasilkan 180 gram CO2 ya dikali 62 itu jadi Rp 117.000.000 yang harus dibayar,” jelasnya.

Disarankan Ahmad, cukai itu juga dialokasikan langsung pada kendaraan listrik. Cara hitungnya, jika semakin rendah emisi dari standar maka akan mendapatkan insentif tunai yang disalurkan dari pembayaran cukai.

“Bedanya ini (mobil bensin) melampaui di atas standar menjadi hukuman, (sebaliknya) ini sebagai reward menjadi insentif tunai (pembelian mobil bertenaga listrik),” tutupnya.

- Advertisement -

Tidak semua kendaraan akan dikenai cukai. Ada pengecualian terhadap pengenaan cukai mobil, yakni kendaraan listrik, kendaraan umum, pemerintah, kepemilikan khusus seperti damkar, ambulans, serta kendaraan untuk diekspor.

Sumber:Detik.com

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

HKTI Kabupaten Bogor Ikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

KEMANG - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani yang juga Wakil MPR RI, dan Fadli Zon Wakil DPR RI sekaligus...

Operasi Tertib Pasar Pol PP Kabupaten Bogor Bongkar 150 PKL di Parung

PARUNG - Ratusan anggota Pol PP Kabupaten Bogor melakukan operasi tertib pasar. Menertibkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melanggar aturan berdagang dibahu...

IIPG Kabupaten Bogor dan IIPG Pusat Tebar Sembako di Megamendung

BOGOR - Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kabupaten Bogor dan IIPG Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mengadakan aksi peduli sosial dengan membagikan 500 paket sembako...

Jelang Pemeriksaan Pemberi Suap, Akankah Terbongkar Otak Dibalik OTT DPKPP?

BOGOR - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor tanggal 3 Maret 2020 yang saat itu...

Makan Mie Instan Tidak Boleh Lebih Dari Dua Kali Dalam Sepekan?

JAKARTA - Kalau sedang tak punya banyak waktu, banyak yang memilih makan mi instan. Harganya murah, porsinya mengenyangkan, dan tak perlu waktu lama untuk...

Berita Terkait
publikbicara.com