Beranda Daerah Bima Arya Dorong Humas Pemerintah Lebih Dekat dengan Aspirasi Masyarakat

Bima Arya Dorong Humas Pemerintah Lebih Dekat dengan Aspirasi Masyarakat

Publikbicara.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi pemerintah tidak cukup diukur dari seberapa luas informasi kebijakan disebarluaskan, tetapi juga dari sejauh mana pesan tersebut menjawab kebutuhan dan realitas masyarakat.

Menurut Bima, humas pemerintah memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kebijakan negara dan kehidupan masyarakat. Karena itu, insan humas dituntut tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memahami aspirasi publik agar program pemerintah dapat diterima dan dipahami secara tepat.

“Tantangan terbesar hari ini adalah bagaimana government related dengan society. Itu kuncinya. Bagaimana kita semua selalu connected dengan realita yang ada di masyarakat,” ujar Bima saat menjadi pembicara dalam Konvensi Humas Indonesia Surakarta 2026 di Sumaryo Grand Ballroom, The Sunan Hotel Solo, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (17/10/2026).

Dalam konvensi bertema “Humas sebagai Daya Bangsa: Menenun Kepercayaan, Menggerakkan Indonesia” itu, Bima menekankan pentingnya membangun komunikasi publik yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat informasi mengenai kebijakan, tujuan program, dan manfaat pembangunan lebih relevan dengan persoalan yang dihadapi warga.

Ia menjelaskan, kedekatan pemerintah dengan masyarakat perlu dibangun melalui komunikasi dua arah. Pemanfaatan media digital harus berjalan beriringan dengan dialog dan interaksi langsung agar pemerintah dapat menyerap aspirasi publik secara lebih utuh.

“Bagaimana caranya? Dialog, komunikasi, silaturahmi, networking, jejaring, dan lain-lain. Karena dunia ini tidak hanya selebar layar gadget kita,” kata Bima.

Selain keterhubungan dengan masyarakat, Bima menyoroti kepercayaan publik sebagai fondasi utama dalam praktik kehumasan. Kepercayaan, menurut dia, tidak terbentuk hanya melalui pesan yang disampaikan, tetapi juga melalui konsistensi nilai, keteladanan, serta kesesuaian antara perkataan dan tindakan.

READ  Atasi Banjir dan Macet, Pemerintah Perkuat Dewan Kawasan Aglomerasi Jakarta

“Trust adalah konsistensi. Trust adalah value. Trust adalah artikulasi. Trust adalah leading by example,” tegasnya.

Pandangan tersebut menempatkan komunikasi publik tidak semata-mata sebagai aktivitas penyampaian informasi, melainkan bagian dari upaya menjaga kredibilitas pemerintah. Pesan yang disampaikan kepada masyarakat perlu ditopang oleh tindakan nyata sehingga komunikasi tidak berhenti pada retorika.

Bima juga mendorong penguatan narasi kebangsaan melalui kisah inspiratif dan keteladanan tokoh bangsa dari berbagai daerah. Menurutnya, cerita tentang nilai perjuangan dan keteladanan dapat menjadi sumber inspirasi untuk memperkuat identitas nasional sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.

“Itulah narasi kebangsaan yang kita hidupkan. Bukan hanya retorika semata, tapi inspirasi yang tidak pernah henti,” pungkasnya.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakErick Thohir Saksikan Laga Pembuka IWL 2026